Baru gajian, sudah kepikiran mau makan enak, beli sepatu, atau nonton konser? Rasanya ingin memberi hadiah buat diri sendiri setelah sebulan bekerja. Padahal, belakangan kamu juga mulai mencari tips investasi untuk pemula karena ingin lebih serius mengatur uang. Jadi, harus mendahulukan yang mana?
Sebenarnya, kamu tetap bisa menikmati gaji sambil menyiapkan masa depan. Yuk, simak tips menentukan jatah untuk masing-masing kebutuhan dan keinginan.
Setelah menyelesaikan pekerjaan yang menguras tenaga, memberi hadiah untuk diri sendiri memang sesuatu yang menyenangkan. Apalagi kalau sudah lama menahan keinginan tersebut. Ada kepuasan tersendiri saat akhirnya bisa membayarnya dengan hasil kerja keras sendiri.
Hanya saja, pengeluaran untuk menyenangkan diri kadang bertambah tanpa terasa. Rencana awalnya makan bersama teman, lalu mampir ke toko karena ada diskon. Akhir pekan berikutnya, muncul ajakan lain yang sayang jika dilewatkan. Ketika melihat saldo, baru sadar ternyata cukup banyak uang yang keluar, padahal sebagian dari uang itu sebenarnya sudah dialokasikan untuk hal lain, termasuk mulai belajar berinvestasi.
Supaya lebih mudah mengaturnya, tentukan jatah hiburan sejak awal bulan. Anggaran ini bisa dipakai untuk hal yang kamu sukai, setelah biaya hidup, tabungan, dan dana investasi mendapat bagian lebih dulu.
Cara ini juga didukung oleh CFPB (lembaga perlindungan konsumen keuangan Amerika Serikat), yang menyebut bahwa memiliki anggaran membantu memastikan uang tetap tersedia untuk kebutuhan maupun keinginan, tanpa mengganggu kebiasaan menabung.
Besaran jatah ini tentu berbeda-beda untuk tiap orang, tergantung kondisi keuangan masing-masing. Kalau bulan ini ada tagihan tak terduga, tidak masalah kalau hiburannya jadi lebih sederhana, menonton film di rumah sambil memesan makanan favorit pun sudah cukup untuk menutup akhir pekan dengan menyenangkan.
Satu kebiasaan kecil ini juga bisa membantu, misalnya beri jeda sebelum memutuskan membeli sesuatu. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu memang sudah lama menginginkannya, atau hanya tertarik karena sedang ramai dibicarakan. Dari situ, kamu jadi lebih mudah memilih mana yang benar-benar akan kamu nikmati, dan mana yang sebenarnya lebih baik dialihkan untuk tujuan yang lebih besar.
Setelah tahu kebiasaan dalam menikmati uang, membagi penghasilan biasanya terasa lebih mudah. Kamu punya gambaran pengeluaran yang bisa dikurangi dan kesenangan yang tetap ingin dipertahankan. Selanjutnya, susun pembagian uang berdasarkan kebutuhan sekarang.
Beberapa langkah berikut bisa dicoba:
Hitung kebutuhan makan, tempat tinggal, transportasi, dan cicilan jika ada. Pastikan cukup sampai gajian berikutnya.
Mulai dari nominal yang sanggup disisihkan. Simpan terpisah dari rekening belanja agar penggunaannya lebih terjaga.
Kalau dana darurat sudah mulai terbentuk, tidak ada salahnya mencoba investasi meski masih pemula. Reksa dana, bisa jadi pilihan awal karena modalnya ringan dan pengelolaannya sudah ditangani manajer investasi. Yang penting, pahami dulu profil risiko dan jangka waktu yang sesuai dengan tujuanmu, karena investasi bukan soal ikut-ikutan, tapi soal konsistensi dalam jangka panjang.
Uang untuk liburan tahun depan sebaiknya dibedakan dari dana jangka panjang atau dana investasi tadi. Dengan begitu, kamu tidak mudah tergoda memakai dana yang seharusnya untuk tujuan lain.
Misalnya, kamu ingin menonton konser bulan depan. Sebagian jatah hiburan bulan ini bisa dikumpulkan untuk membeli tiketnya.
Pembagian ini tetap bisa disesuaikan. Saat ada pengeluaran tambahan, tabungan liburan mungkin perlu dikurangi sementara. Ketika mendapat bonus, kamu bisa menambah dana cadangan atau menambah porsi investasi, sekaligus menyisihkan sebagian untuk merayakan pencapaian.
Coba jalankan selama sebulan, lalu lihat bagian yang terasa berat. Kalau terlalu sering mengambil uang dari pos lain, mungkin anggarannya belum sesuai kebutuhan sehari-hari. Perbaiki pelan-pelan sampai menemukan pembagian yang bisa dijalankan dengan nyaman, termasuk soal seberapa besar kamu sanggup berinvestasi tanpa mengganggu kebutuhan lain.
Catat pengeluaran selama beberapa minggu jika masih bingung menentukan nominalnya. Kebiasaan ini akan membantumu melihat kebutuhan yang sering terlewat, termasuk pengeluaran kecil sehari-hari yang sebenarnya bisa dialihkan untuk masa depan.
Selain pengeluaran rutin, biaya tak terduga seperti sakit juga perlu ikut dipikirkan. Bayangkan tabungan untuk melanjutkan pendidikan atau liburan sudah mulai terkumpul, tapi tiba-tiba sebagian harus dipakai untuk biaya perawatan di rumah sakit. Rencana yang tadinya tinggal selangkah lagi pun jadi harus tertunda.
Karena itu, coba periksa kembali perlindungan kesehatan yang sudah kamu punya. Apakah manfaatnya sudah sesuai kebutuhan? Kalau ada fasilitas dari kantor, pahami juga sejauh mana cakupannya. Dari sini, kamu bisa menilai apakah masih perlu menambah asuransi kesehatan individu untuk perlindungan yang lebih menyeluruh.
Jika kamu merasa butuh perlindungan yang lebih pasti, BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima bisa jadi pilihan yang tepat. Produk asuransi rawat inap ini memberikan manfaat penggantian biaya rawat inap dan pembedahan sesuai pilihan paket serta ketentuan polis, lengkap dengan manfaat rawat jalan 60 hari sebelum dan 90 hari setelah rawat inap atau pembedahan.
Manfaat tersebut bisa membantumu menanggung biaya perawatan yang tercakup, sehingga beban pengeluaran pribadi ikut berkurang. Saat mempertimbangkannya, sesuaikan premi BCA Life dengan anggaran yang kamu miliki, dan pahami juga batas manfaat, masa tunggu, pengecualian, serta cara pengajuan klaimnya.
Pada intinya, kamu tetap boleh menikmati gaji yang sudah diperjuangkan. Beri tempat untuk hal-hal yang membuatmu senang, sambil menyisihkan bagian untuk kebutuhan mendatang. Anggap ini sebagai bagian dari investasi masa depan, mulai dari pembagian yang realistis, lalu pelajari perlindungan yang cocok agar rencana pribadimu punya kesempatan lebih besar untuk terus berjalan.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan