Artikel: Beranda Tahapan KehidupanMembina Keluarga
Tahapan Kehidupan

Sebelum Jogging Bersama Anak, Perhatikan 6 Hal Penting Ini

Jogging bersama anak bisa jadi salah satu cara menyenangkan untuk tetap aktif sekaligus menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga. Tapi mungkin kamu pernah mengalami situasi di mana niat awalnya santai, ujung-ujungnya si kecil kelelahan duluan dan kehilangan semangat di tengah jalan.

 

Ini cukup umum terjadi, karena kemampuan fisik anak memang berbeda dari orang dewasa dan perlu disesuaikan. Sebelum mengajak buah hati berlari, kenali dulu beberapa kesalahan yang sering terjadi agar momen olahraga bersama tetap aman dan menyenangkan untuk semua.

1. Memilih jarak lari yang terlalu jauh untuk usia anak

Jarak yang terasa ringan buat kamu belum tentu nyaman untuk si kecil. Kemampuan fisik anak berbeda-beda, dan memaksakan target terlalu jauh bisa berujung pada kelelahan, nyeri, bahkan hilangnya minat untuk jogging lagi. Mulailah dari rute pendek di sekitar rumah atau taman, kombinasikan lari dengan jalan kaki, dan perhatikan responsnya. Selama anak masih bisa bicara, tersenyum, dan bergerak tanpa terengah-engah berlebihan, itu tanda intensitasnya sudah cukup pas. Tambah durasi secara bertahap, jangan terburu-buru mengejar kilometer tertentu.

2. Mengabaikan pemanasan sebelum mulai jogging

Anak memang biasanya langsung ingin berlari begitu sampai di lokasi. Tapi perlu kamu perhatikan bahwa tubuhnya tetap butuh waktu untuk bersiap. Pemanasan singkat, seperti jalan santai, mengayunkan lengan, dan mengangkat lutut, sudah cukup untuk mempersiapkan otot dan persendiannya. Dikutip dari National Health Service UK (NHS), bahwa pemanasan yang tepat membantu mencegah cedera sekaligus membuat olahraga lebih efektif.

3. Memaksa anak mengikuti kecepatan orang dewasa

Langkah kamu sebagai orang dewasa tentu lebih panjang. Meminta si kecil terus mengejar hanya akan membuat jogging terasa seperti perlombaan yang melelahkan. Kalau ini terus terjadi, anak bisa merasa gagal atau enggan ikut lagi. Biarkan si kecil menentukan temponya sendiri, sementara kamu bisa tetap di sampingnya sambil mengobrol ringan. Sesekali beri kesempatan untuk berhenti untuk mengcek dan menanyakan kondisi anak. Ini tentunya bisa membangun kebiasaan aktif tetap terasa menyenangkan.

4. Menggunakan sepatu atau pakaian yang kurang nyaman

Sepatu yang sempit atau terlalu longgar bisa memicu lecet dan rasa tidak nyaman pada anak. Pastikan pas dan sudah dicoba berjalan terlebih dahulu. Sedangkan untuk pakaian, pilihlah bahan ringan yang tidak membatasi gerak, seperti kaos, celana fleksibel, dan kaus kaki bersih sudah cukup. Tambahkan topi bila rute cukup terbuka dan paparan matahari perlu diperhatikan. Pada dasarnya, ini merupakan hal yang penting kamu perhatikan sebelum memulai jogging, bahkan kamu bisa menentukannya untuk membantu si kecil.

5. Kurang memperhatikan kebutuhan cairan sebelum dan sesudah jogging

Anak terkadang belum menyadari rasa hausnya sendiri, apalagi kalau sedang asyik bergerak. Umumnya, kebutuhan cairan anak meningkat saat berkeringat atau berolahraga yang cukup intens. Jadi, jangan tunggu sampai ia meminta minum. Siapkan botol minum yang mudah dibawa, tawarkan air sebelum mulai, saat istirahat, dan setelah selesai. Tegukan kecil secara berkala jauh lebih nyaman dibanding minum banyak sekaligus, terutama saat napas masih cepat.

6. Berolahraga saat cuaca terlalu panas atau kondisi tubuh kurang fit

Udara panas membuat tubuh lebih cepat lelah dan kehilangan cairan. Pilih waktu pagi atau sore saat suhu lebih bersahabat, cari rute yang teduh, dan beri jeda lebih sering. Segera berhenti dan pindah ke tempat yang lebih sejuk jika kamu mulai merasa lemas atau pusing, dan ini berlaku juga untuk anak. Kalau si kecil sedang demam, batuk berat, atau baru pulih dari sakit, tunda dulu kegiatan jogging-nya. Istirahat sehari jauh lebih baik daripada memaksakan aktivitas yang justru memperburuk kondisinya.

 

Pada intinya, membangun kebiasaan aktif bersama keluarga tidak harus dimulai dari target yang besar. Kamu bisa mengajak anak berjalan atau berlari sesuai kemampuan, menikmati prosesnya, dan menjadikan setiap langkah sebagai waktu berkualitas bersama. Selain itu, semangat tersebut juga bisa kamu lanjutkan melalui event virtual run Run On, Life On: The Heritage Race dari BCA Life. Kamu cukup menyelesaikan tantangan berjalan atau berlari minimum 12 kilometer serta 1 kali workout challenge melalui aplikasi NOW by BCA Life dan GERAK.

 

Setiap 12 kilometer yang berhasil ditempuh akan dikonversikan untuk mendukung pengelolaan sampah di Jakarta. Peserta yang berhasil menjadi finisher juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah menarik, mulai dari Motor Listrik POLYTRON EV FOX 200, Logam Mulia 1 Gram, Apple Watch, hingga Xiaomi Redmi Tab. Periode perlombaan berlangsung 12–31 Juli 2026.

 

Sebagai kesimpulan, menjaga kesehatan keluarga pun tidak berhenti pada kebiasaan bergerak dan menjalani pola hidup sehat. Persiapan menghadapi risiko kesehatan juga bisa menjadi bagian dari upaya menjaga orang-orang yang kamu sayangi. Pilihan asuransi kesehatan keluarga atau asuransi keluarga dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan, termasuk manfaat asuransi rawat inap dan asuransi rawat jalan. Penyesuaian premi asuransi kesehatan dengan kondisi finansial membantu perlindungan tetap terasa nyaman dijalani. Jadi, sambil membangun kebiasaan sehat bersama keluarga melalui langkah-langkah kecil, kamu juga bisa menyiapkan perlindungan yang mendukung ketenangan keluarga dalam jangka panjang.

 

PT Asuransi Jiwa BCA

Senantiasa Melindungi Anda #TemaniLangkahmu

PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Copyright © 2026 PT Asuransi Jiwa BCA

Kebijakan Privasi NOW Kebijakan Privasi Syarat dan Ketentuan