Pernah merasa kaki lebih kaku saat bangun tidur, atau
punggung lebih mudah pegal dari dulu? Itu bukan tanda harus berhenti bergerak,
justru sebaliknya dan kondisi tersebut bisa dikurangi dengan Yoga. Yoga adalah
salah satu latihan yang dirancang untuk tubuh itu sendiri, di mana pun
kondisinya, tidak ada target, tidak ada paksaan, dan gerakannya bisa
disesuaikan sepenuhnya dengan kemampuan masing-masing.
National Institute on Aging bahkan menegaskan bahwa manfaat
bergerak tetap bisa dirasakan meski baru dimulai di usia lanjut sekalipun.
Kelenturan yang terjaga dari latihan rutin membantu hal-hal kecil yang sering
tidak disadari, mengenakan pakaian lebih mudah, bangun dari kursi lebih ringan,
menoleh tanpa rasa kaku di leher.
Penurunan fleksibilitas sebenarnya bukan sesuatu yang
tiba-tiba datang, prosesnya berlangsung perlahan dan punya beberapa penyebab
yang saling berkaitan. Berikut yang perlu kamu tahu.
Ligamen dan
jaringan sendi yang menopang tubuh kamu selama puluhan tahun secara alami
kehilangan elastisitasnya seiring usia, membuat sendi terasa lebih kaku dan
jangkauan gerak perlahan berkurang.
Otot yang
jarang digunakan cenderung melemah lebih cepat dari yang disadari. Akibatnya,
hal-hal sederhana seperti menjaga postur atau mempertahankan keseimbangan pun
bisa terasa lebih berat dari sebelumnya.
Rutinitas
setelah pensiun memang berubah, dan tanpa disadari, waktu duduk bisa jauh lebih
panjang dari sebelumnya. Beberapa ahli menyarankan orang di atas 65 tahun untuk
tetap melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari, sesuai kemampuan
masing-masing.
Osteoartritis,
nyeri punggung, atau cedera lama sering membuat orang ragu untuk bergerak, dan
itu wajar. Tapi berhenti total justru bisa membuat otot semakin melemah.
Konsultasi dengan dokter atau fisioterapis bisa membantu menentukan latihan
yang paling aman untuk kondisi kamu.
Fleksibelitas tubuh yang berkurang ini, menjadi pertanda
bahwa penting bagi kamu untuk tetap menjaganya.
Yoga bisa menjadi langkah awal yang ringan, asal dilakukan dengan
persiapan yang tepat. Pastikan kamu menggunakan kursi kokoh tanpa roda,
mengenakan pakaian yang nyaman, dan meluangkan waktu sebentar untuk pemanasan
sebelum mulai.
Bagi yang baru pertama kali mencoba, tidak ada salahnya
minta anggota keluarga menemani, sekadar memastikan ruangan bebas hambatan dan
kursi tidak bergeser saat digunakan. Satu hal yang perlu selalu diingat:
hentikan gerakan segera jika muncul nyeri tajam, pusing, atau sesak napas.
Duduk
tegak, miringkan kepala perlahan ke kanan tanpa mengangkat bahu, tahan beberapa
tarikan napas, lalu ulangi ke sisi kiri. Gerakan sederhana ini membantu
mengurangi kaku di leher setelah lama membaca atau menonton televisi.
Letakkan
tangan di atas paha, tarik napas sambil membuka dada, lalu buang napas sambil
membulatkan punggung perlahan, diulang beberapa kali untuk membantu menjaga
mobilitas tulang belakang kamu.
Dalam
posisi tegak, letakkan tangan kanan di paha kiri lalu putar badan perlahan ke
kiri tanpa menarik leher, kemudian ulangi ke sisi sebaliknya, hentikan jika
punggung terasa nyeri.
Berdiri di
belakang kursi, pegang sandarannya sebagai penopang, angkat satu tangan lalu
condongkan badan sedikit ke arah berlawanan dengan kedua kaki tetap menapak,
membantu meregangkan sisi tubuh dan area pinggang.
Berdiri
tegak sambil memegang kursi, buka kaki selebar pinggul, tarik bahu sedikit ke
belakang, lalu rasakan telapak kaki menekan lantai sambil bernapas perlahan,
terlihat sederhana, tapi efektif membangun kesadaran postur dan keseimbangan.
Tidak perlu
waktu lama untuk merasakan manfaatnya. Dikutip dari Hopkins Medicine, gerakan
lambat dan pernapasan teratur dalam yoga terbukti membantu meningkatkan
kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh. Mulai dari 10 hingga 15 menit
saja sudah cukup, yang paling penting adalah konsistensinya.
Masa pensiun tetap bisa dijalani secara aktif dan nyaman.
Yoga yang dilakukan perlahan dan konsisten dapat membantu kamu menjaga tubuh
tetap lentur, sehingga lebih leluasa menikmati berbagai aktivitas bersama
keluarga. Kebiasaan hidup sehat juga akan terasa lebih lengkap ketika diiringi
perencanaan perlindungan yang sesuai.
Memiliki asuransi kesehatan keluarga dapat membantu menjaga
kesiapan finansial saat membutuhkan perawatan medis, tanpa harus mengganggu
rencana keuangan yang sudah disusun. Pilihan asuransi keluarga pun bisa kamu
pertimbangkan berdasarkan kebutuhan, manfaat perlindungan, serta premi asuransi
kesehatan yang sesuai kemampuan.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima,
yang memberikan perlindungan sebagai asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi
rawat inap dan asuransi rawat jalan. Beberapa manfaat yang ditawarkan meliputi:
●
Perlindungan kesehatan hingga Rp15
miliar per tahun.
●
Manfaat rawat jalan selama 60 hari
sebelum dan 90 hari setelah rawat inap atau pembedahan.
●
Manfaat Perawatan Kecelakaan untuk
membantu menghadapi risiko akibat kecelakaan.
●
Klaim kamar di luar plan yang
dipilih akan dibayarkan secara prorata sesuai ketentuan polis.
●
Santunan Meninggal Dunia sebagai
perlindungan finansial bagi keluarga.
●
Wilayah pertanggungan di seluruh
dunia, kecuali Amerika Serikat, dengan fleksibilitas memilih wilayah
pertanggungan.
Dengan menjaga tubuh tetap aktif sekaligus menyiapkan
perlindungan yang tepat, kamu dapat menjalani masa pensiun dengan lebih tenang
dan tetap menikmati berbagai momen berharga bersama keluarga.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan