Mengenali ciri-ciri DBD sejak awal sangat penting, terutama
bagi kamu yang sudah berada di masa pensiun. Adapun karena kondisi tubuh
biasanya mulai membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Gejala seperti demam
tinggi, nyeri badan, sakit kepala, lemas, hingga tanda perdarahan seperti
mimisan atau gusi berdarah tidak boleh diabaikan.
Saat gejala DBD muncul, aktivitas fisik juga perlu dibatasi
karena kegiatan ringan sekalipun bisa membuat tubuh semakin kelelahan. Agar
kondisi tidak semakin memburuk, simak beberapa batas aman aktivitas fisik saat
mengalami gejala DBD berikut ini.
Saat demam masih tinggi atau tubuh terasa sangat lemas,
pilihan paling aman adalah beristirahat total. Tubuh sedang bekerja melawan
infeksi, sehingga aktivitas berlebihan justru dapat membuat energi cepat
terkuras dan kondisi semakin menurun. Di sisi lain, sebagian dari kamu mungkin
merasa tidak nyaman jika harus terus berbaring, padahal istirahat yang cukup
justru menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan DBD.
Sebagian dari kamu mungkin berpikir bahwa tetap berolahraga
bisa membantu tubuh terasa lebih baik. Namun saat mengalami gejala DBD,
aktivitas seperti lari, gym, senam berat, bersepeda jauh, atau olahraga
intensitas tinggi sebaiknya dihentikan sementara hingga kondisi benar-benar
pulih dan sudah mendapat izin dari dokter. Aktivitas berlebihan dapat membuat
tubuh semakin lelah dan memperberat proses pemulihan.
Hal lain yang perlu diperhatikan, kondisi tubuh yang mulai
terasa membaik belum tentu menandakan DBD sudah sepenuhnya sembuh. Dikutip dari
Halodoc, fase ketika demam mulai turun justru bisa menjadi masa kritis karena
risiko komplikasi masih dapat muncul, seperti nyeri perut hebat, bintik merah,
perdarahan, atau muntah. Karena itu, jangan terburu-buru kembali berolahraga
meskipun badan mulai terasa lebih enak.
Aktivitas seperti mengangkat galon, membawa belanjaan
berat, atau menggeser perabot berukuran besar sebaiknya dihindari sementara
saat mengalami gejala DBD. Aktivitas berat dapat membuat tubuhmu bekerja lebih
keras dan menambah tekanan pada otot serta sistem sirkulasi. Padahal pada
kondisi ini tubuhmu sedang fokus melawan infeksi.
Selain itu saat trombosit menurun, tubuh juga perlu dijaga
dari risiko benturan, luka, atau perdarahan. Karena itu, jangan ragu meminta
bantuan keluargamu untuk pekerjaan rumah yang cukup berat hingga kondisi
benar-benar membaik dan dokter menyatakan tubuh sudah lebih aman untuk kembali
beraktivitas normal.
Jika kondisi tubuhmu belum sepenuhnya pulih, maka sangat
disarankan untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Panas matahari, perjalanan
jauh, antre, atau terlalu lama berdiri bisa membuat badan semakin lemas dan
mudah kelelahan. Jika harus pergi kontrol atau berobat, usahakan ditemani
keluarga, gunakan kendaraan yang nyaman, dan pastikan kebutuhan cairan tetap
terpenuhi.
Tubuh juga perlu tetap terlindungi dari gigitan nyamuk agar
risiko penularan DBD di lingkungan rumah dapat dikurangi. Karena itu, jaga
kebersihan lingkungan dan gunakan perlindungan seperti kelambu dan lotion anti
nyamuk yang sudah terdaftar BPOM untuk membantu mencegah gigitan nyamuk selama
masa pemulihan.
Aktivitas harian sebaiknya dilakukan kembali secara
bertahap setelah demam mereda, tubuh terasa lebih kuat, nafsu makan membaik,
dan kondisi trombosit dinyatakan stabil oleh dokter. Kamu bisa memulainya dari
kegiatan ringan, seperti berjalan pelan di dalam rumah, duduk santai di teras,
atau merapikan tempat tidur.J angan terburu-buru kembali menjalani semua
aktivitas sekaligus meskipun badan mulai terasa membaik.
Jadi pada dasarnya, batas aman aktivitas fisik saat gejala
DBD bukan soal kuat atau tidak kuat, melainkan memberi tubuh kesempatan untuk
pulih secara optimal. Setelah kondisi benar-benar pulih, kamu bisa mulai
kembali aktif secara bertahap sambil menjaga kesehatan dan perencanaan masa
depan keluarga, mulai dari menjaga kondisi finansial, mempertimbangkan asuransi
keluarga, hingga menyiapkan investasi masa depan yang lebih terarah.
Selain itu, kamu juga bisa mengajak anggota keluarga untuk
mulai kembali aktif menjalani gaya hidup sehat bersama. Aktivitas ringan yang
dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus membangun
kebiasaan hidup sehat dalam jangka panjang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup sehat, BCA Life
kembali menghadirkan event virtual run Run
On, Life On: The Heritage Race. Setelah sukses melibatkan lebih
dari 11.000 partisipan pada event sebelumnya, acara ini hadir untuk mengajak
masyarakat membangun kebiasaan hidup aktif secara konsisten. Kamu bisa mengajak
anggota keluarga lain untuk ikut berjalan, berlari, hingga mengikuti workout
challenge melalui aplikasi NOW by BCA Life dan GERAK.
Menariknya, setiap 12 kilometer yang berhasil ditempuh akan
dikonversikan menjadi Rp12.000 untuk mendukung pengelolaan sampah di Jakarta,
sehingga setiap langkah tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga
lingkungan. Aktivitas sehat seperti ini juga bisa menjadi bagian dari persiapan
hidup yang lebih terencana, termasuk dalam mempertimbangkan perlindungan
seperti asuransi jiwa terbaik, asuransi jiwa seumur hidup, pengelolaan premi
asuransi, hingga perlindungan finansial keluarga melalui asuransi finansial
yang sesuai dengan kebutuhanmu.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan