Kamu mungkin sudah sering dengar kalau logam mulia termasuk aset aman buat mulai belajar investasi. Banyak anak muda tertarik karena harganya cenderung stabil dan gampang disimpan. Hal ini bikin investasi emas terasa pas banget buat kamu yang baru ingin membangun fondasi finansial sejak awal. Tapi apakah benar seperti itu? Yuk, kita cari tahu lebih dalam.
Usia muda memberimu ruang untuk mencoba banyak hal tanpa tekanan besar. Investasi emas cocok untuk fase ini karena nilainya cenderung berkembang seiring waktu. Kamu tidak perlu khawatir memantau pergerakan harga setiap hari, cukup konsisten beli sedikit demi sedikit supaya portofolionya bertambah.
Oleh karena itu, logam mulia seperti emas sering dipilih sebagai langkah awal berinvestasi karena karakternya yang sederhana dan relatif stabil. Selain itu, berikut beberapa alasan kenapa emas cocok dijadikan aset investasi:
Nilai emas cenderung mengikuti kenaikan harga dalam jangka panjang.
Proses beli-simpan–jual emas sederhana dan cocok untuk pemula.
Emas dapat dicairkan kapan saja saat dibutuhkan.
Pergerakan harganya lebih stabil dibanding banyak instrumen lain.
Pembelian bertahap memungkinkan investasi tanpa modal besar.
Emas berfungsi sebagai penyimpan nilai, bukan spekulasi cepat.
Adanya beberapa alasan ini membuat emas menjadi aset yang realistis untuk membangun portofolio sejak dini. Konsistensi kecil yang dilakukan di usia muda dapat memberi rasa aman dan fleksibilitas finansial di masa depan.
Biar kamu tidak bingung saat mulai untuk investasi, ini tiga jenis emas yang paling cocok buat pemula:
Cocok untuk kamu yang ingin aset stabil dan mudah dijual. Jenis ukurannya banyak, sehingga kamu bebas menyesuaikan kemampuan finansial.
Pilihan ini praktis banget buat kamu yang mau mulai dari nominal kecil. Kamu bisa beli secara bertahap lewat platform resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pilihan ini biasanya menarik karena bisa dipakai sekaligus disimpan sebagai aset. Tinggal pilih kadar tinggi supaya nilainya tetap bagus saat dijual lagi.
Perencanaan jangka panjang membantu kamu memahami arah investasi emas sejak awal. Mulailah dari tujuan sederhana, seperti dana pendidikan, modal menikah, bisnis, atau persiapan hari tua. Tujuan yang jelas akan menentukan pola pembelian dan cara mengelola aset, sehingga investasi tidak dilakukan secara impulsif.
Menetapkan alokasi dan jadwal pembelian rutin membuat investasi terasa lebih ringan. Ritme yang menyesuaikan penghasilan membantu kamu tetap konsisten meski kebutuhan hidup berubah. Adanya pendekatan ini, nilai emas akan bertumbuh perlahan namun terarah sesuai rencana.
Seiring waktu, emas dapat dipadukan dengan instrumen lain agar portofolio tetap seimbang, dengan emas sebagai pondasi yang stabil menghadapi perubahan ekonomi. Pendekatan yang konsisten ini menjadi semakin relevan saat memasuki momen seperti Natal dan Tahun Baru, ketika perencanaan keuangan sering kali diuji oleh aktivitas dan kebutuhan yang lebih padat.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan