Artikel: Beranda › Tahapan Kehidupan › Masa Lajang
Tahapan Kehidupan

Gaji Sudah Ada, Apa Lagi yang Perlu Disiapkan Sebelum Menikah?




Gajian sudah rutin, kebutuhan sendiri juga terbayar. Begitu kepikiran ingin menikah, kamu mulai menghitung ulang uang yang tersisa setiap bulan. Dari situ, persiapan pernikahan bisa dimulai dengan mengenali kemampuanmu sekarang. Selagi masih lajang, ada kesempatan untuk membangun kebiasaan yang akan berguna saat menjalani kehidupan berdua.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Ketika Berencana untuk Menikah

Kamu bisa memakai keadaan hari ini sebagai titik awal. Empat hal berikut membantu rencana menikah punya dasar yang lebih jelas.

1. Kenali kondisi dan kebiasaan keuangan diri sendiri

Coba buka catatan transaksi sebulan terakhir. Berapa yang terpakai untuk makan, tempat tinggal, transportasi, membantu orang tua, dan hiburan? Jangan lupa juga perhatikan kebiasaan yang membuat anggaran meleset, misalnya belanja setiap ada promo.


Langkah ini membantu kamu menentukan jumlah yang benar-benar sanggup disisihkan, sehingga rencana menabung punya peluang untuk dijalankan secara konsisten. Kamu tetap bisa menikmati penghasilan sambil menentukan prioritas yang paling penting buatmu.

2. Bangun dana darurat sebelum memiliki pasangan

Kamu tentunya tahu bahwa dana darurat bukanlah hal yang baru dalam perencanaan keuangan. Dikutip dari Media Keuangan Kementerian Keuangan, dana darurat membantu memenuhi kebutuhan mendesak tanpa langsung berutang. Cadangan ini memberimu waktu untuk mengatur kembali keuangan pribadi, misalnya saat pengeluaran mendadak karena biaya service kendaraan atau yang lebih berisiko seperti kehilangan pekerjaan. 


Sebagai langkah awal, kamu bisa menyisihkan dana darurat ini ketika baru menerima gaji bulanan. Simpan di tempat yang aman dan mudah diakses saat diperlukan. Kalau pendapatan kamu belum tetap atau masih menanggung keluarga, jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Lunasi utang dan hindari menambah beban finansial

Coba check daftar sisa tagihan, cicilan bulanan, bunga, serta tanggal pembayarannya. Setelah semuanya terlihat, susun jadwal pelunasan yang tetap menyisihkan uang untuk kebutuhan harian. Kalau ingin membeli sesuatu secara mencicil, hitung pengaruhnya terhadap pengeluaran berikutnya.


Pada dasarnya, kamu akan lebih leluasa membangun rumah tangga ketika sudah memahami kewajiban yang masih berjalan dan cara menyelesaikannya. Kamu bisa memasang pengingat pembayaran supaya setiap kewajiban tetap terpantau sambil menjalankan rencana menabung.

4. Mulai menyiapkan dana untuk rencana pernikahan

Belum ada pasangan pun, kamu bisa menyisihkan uang sesuai kemampuan. Sebagai gambaran, target Rp24 juta dalam dua tahun membutuhkan tabungan Rp1 juta per bulan. Oleh karena itu, kamu bisa beri nama tabungan sesuai tujuan untuk memudahkan kamu memantau perkembangannya dan membedakannya dari uang belanja sehari-hari.


Selain itu, sesuaikan target dengan penghasilanmu, lalu bicarakan kembali kebutuhan acara dan kehidupan setelahnya ketika sudah memiliki pasangan. Contohnya, biaya pindah tempat tinggal atau membeli perlengkapan.

Pentingnya Perlindungan Finansial untuk Mengamankan Rencana Masa Depan

Kamu sudah mulai menyisihkan uang untuk menikah, menyiapkan dana darurat, dan merapikan cicilan. Sekarang, pikirkan juga cara menjaga semuanya tetap aman saat ada kebutuhan mendadak. Karena dengan punya dukungan ketika diharuskan mengeluarkan dana yang besar, bisa membuatmu lebih leluasa menentukan langkah.


Misalnya, kamu perlu menjalani rawat inap. Biaya kos dan tagihan bulanan tetap berjalan, sementara perawatan juga harus dibayar. Asuransi kesehatan bisa membantu membayar biaya medis yang ditanggung polis, sehingga uang untuk kebutuhan lain, termasuk tabungan pernikahan, lebih terjaga. 


Besarnya tentu mengikuti manfaat yang disetujui, tetapi penggantian biaya itu bisa mengurangi uang yang harus keluar dari simpanan pribadi. Kamu pun punya ruang untuk mengatur ulang pengeluaran selama masa pemulihan. 


Jika kamu belum mendapatkan deskripsi produk apa yang ingin digunakan, kamu bisa mempelajari BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima. Produk asuransi individu ini memberikan penggantian biaya rumah sakit dengan berbagai manfaat meliputi:


  • Manfaat rawat inap dan pembedahan

Penggantian biaya saat kamu dirawat di rumah sakit atau menjalani operasi, sesuai plan dan ketentuan polis. Inilah inti dari asuransi rawat inap.

  • Manfaat rawat jalan 

Mencakup rawat jalan 60 hari sebelum dan 90 hari setelah rawat inap atau pembedahan.

  • Manfaat perawatan penyakit kritis

Membantu biaya perawatan saat kondisi serius datang.

  • Manfaat perawatan kecelakaan

Membantu biaya perawatan ketika terjadi kecelakaan yang tidak terduga.

  • Santunan kematian dan manfaat lainnya

Perlindungan tambahan sesuai ketentuan polis.

  • Pilihan plan yang fleksibel

Kamu bisa memilih wilayah pertanggungan, termasuk plan dengan fitur co-payment (pembagian risiko) yang preminya lebih rendah.


Beberapa informasi lain yang perlu kamu ketahui, produk ini juga memiliki manfaat tahunan perlindungan kesehatan hingga Rp15 miliar, dengan booster manfaat tahunan hingga Rp45 miliar. Usia masuk mulai 30 hari sampai 70 tahun, dengan masa pertanggungan 1 tahun yang dapat diperpanjang otomatis hingga usia 99 tahun. Premi BCA Life bisa dibayar berkala, yaitu bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan, jadi bisa kamu sesuaikan dengan arus kas bulananmu.


Sebelum memilih, coba hitung premi bersama pengeluaran wajibmu. Pilih manfaat yang kamu butuhkan dan pembayaran yang sanggup dijalankan secara rutin. Kamu juga bisa meminta bantuan tim BCA Life untuk menjelaskan contoh penggunaan produk, termasuk biaya yang ditanggung dan bagian yang perlu dibayar sendiri.


Jadi, pelan-pelan saja. Karena kamu sedang membangun bekal untuk diri sendiri sekaligus kehidupan berdua nanti. Anggap ini bagian dari investasi masa depan, supaya rencana menikah yang sudah kamu susun tidak mudah goyah oleh biaya yang tidak terduga.


PT Asuransi Jiwa BCA

Senantiasa Melindungi Anda #TemaniLangkahmu

PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Copyright © 2026 PT Asuransi Jiwa BCA

Kebijakan Privasi NOW Kebijakan Privasi Syarat dan Ketentuan