Kopi sebelum kerja jadi rutinitas. Akhir pekan hampir selalu ada acara makan di luar. Cicilan ponsel baru pun terasa masih aman. Tapi di akhir bulan, saldo tetap menipis. Padahal gaji baru saja naik.
Apakah kamu mengalami hal serupa? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang merasakannya saat penghasilan mulai bertambah. Kalau iya, mungkin ini saat yang pas untuk mengecek lagi cara kamu mengelola uang dan utang.
Gaji naik bukan berarti pengeluaran harus ikut naik. Jalani dulu penghasilan barumu dengan pengeluaran biasa, dan pisahkan gaji tetap dari bonus sesekali. Setelah itu, mulai rapikan pengelolaan uang dan utangmu lewat langkah-langkah berikut.
Tawaran cicilan terasa menarik karena harga barang dipecah menjadi pembayaran kecil. Coba lihat harga akhirnya, termasuk bunga dan biaya lain. Cek pula uang muka yang perlu kamu siapkan. Setelah itu, pikirkan apakah barang tersebut memang membantu kegiatanmu atau sekadar sedang ingin dimiliki.
Kalau masih ragu, simpan dulu keinginannya beberapa hari. Kamu tetap bisa menikmati hasil kerja keras dengan memilih pembelian yang terasa berguna. Memberi jeda juga membuat keputusanmu lebih tenang, terutama ketika kenaikan penghasilan masih baru dan tagihan lama belum selesai.
Buka semua tagihanmu sekaligus. Cicilan yang terasa ringan saat dilihat satu per satu bisa terasa berbeda setelah dijumlahkan. Coba cek:
Total pembayaran wajib setiap bulan.
Sisa pokok dan lama pelunasan tiap pinjaman.
Tanggal jatuh tempo beserta biaya yang menyertainya.
Lalu bandingkan dengan pemasukan bersih setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Kalau kamu rutin mengirim uang ke rumah, hitung juga itu sebagai kebutuhan.
Contohnya, gajimu naik Rp1 juta. Di saat yang sama ada cicilan ponsel Rp400 ribu, paylater Rp250 ribu, dan cicilan kartu kredit Rp200 ribu. Satu per satu terasa ringan, tapi totalnya Rp850 ribu. Artinya, dari kenaikan gaji Rp1 juta, yang tersisa hanya Rp150 ribu. Hitungan sederhana seperti ini membantumu melihat sisa kenaikan gaji sebelum menambah cicilan lagi.
Kalau punya beberapa utang, pakai uang tambahanmu untuk melunasi yang bunganya paling tinggi lebih dulu. Utang lainnya tetap dicicil seperti biasa agar tidak ada yang menunggak. Sebelum melunasi lebih cepat, tanyakan dulu apakah ada biaya tambahan untuk pelunasan lebih awal.
Begitu satu utang lunas, alihkan uang cicilannya ke utang berikutnya. Misalnya, cicilan paylater Rp250 ribu sudah selesai, tambahkan Rp250 ribu itu ke cicilan berikutnya. Supaya konsisten, sisihkan uang ini begitu gaji masuk.
Gaji naik sering bikin kita merasa pantas “naik level” di banyak hal sekaligus, mulai dari tempat makan, sampai kos baru. Menurut Dr. Tanti Novianti dari Sekolah Bisnis IPB University, saat pendapatan naik bisa menyebabkan lifestyle inflation, yaitu standar hidup yang ikut naik mengikuti pendapatan. Ia menambahkan, tanpa tabungan, investasi, atau aset produktif, kenaikan pendapatan “tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan yang berkelanjutan”
Supaya tidak terjadi, pilih satu hal yang ingin kamu nikmati lebih dulu, misalnya makan enak bersama teman di akhir pekan. Beri anggaran yang jelas, lalu pengeluaran rutin lainnya tetap seperti biasa.
Kalau ingin pindah kos atau menambah langganan, hitung dulu untuk beberapa bulan ke depan. Rasa senangnya bisa cepat lewat, tapi pembayarannya terus berjalan.
Mengelola utang berarti memastikan kenaikan gaji benar-benar kamu pakai untuk hal yang penting. Tapi rencana yang sudah rapi bisa berantakan kalau ada kejadian tak terduga, misalnya sakit yang membuat biaya membengkak dan cicilan jadi terganggu. Karena itu, siapkan juga perlindungan kesehatan dan finansial. Perlindungan ini membantu menjaga pelunasan utang dan rencana keuanganmu tetap berjalan dengan baik.
Begitu satu cicilan selesai, tahan dulu keinginan untuk mengisinya dengan tagihan baru. Sebagian anggarannya bisa dialihkan ke dana cadangan dan perlindungan diri, supaya hasil pelunasan yang sudah kamu perjuangkan tetap terjaga.
Sebelum memilih perlindungan, beri tempat untuk premi di anggaranmu. Pastikan dua hal ini tetap berjalan:
Pembayaran utang sesuai jadwal. Pilih premi yang sanggup kamu bayar bersama kebutuhan wajib.
Cadangan untuk biaya pribadi. Siapkan dana untuk pengeluaran di luar manfaat polis.
Soal kebutuhan kesehatan, kamu bisa mempelajari BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima. Produk asuransi individu ini memberikan penggantian biaya di rumah sakit hingga ke seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat), sesuai plan yang dipilih. Manfaat utamanya meliputi:
Manfaat rawat inap dan pembedahan
Penggantian biaya saat kamu dirawat atau dioperasi, sesuai plan dan ketentuan polis. Inilah inti dari asuransi rawat inap.
Manfaat rawat jalan
Mencakup rawat jalan 60 hari sebelum dan 90 hari setelah rawat inap atau pembedahan.
Manfaat perawatan penyakit kritis
Membantu biaya perawatan saat kondisi serius datang.
Manfaat perawatan kecelakaan
Membantu biaya perawatan akibat kecelakaan yang tidak terduga.
Santunan kematian dan manfaat lainnya
Perlindungan tambahan sesuai ketentuan polis.
Ada juga pilihan plan dengan fitur co-payment (pembagian risiko) yang preminya lebih rendah. Usia masuk mulai 30 hari sampai 70 tahun, dengan masa pertanggungan 1 tahun yang diperpanjang otomatis hingga usia 99 tahun. Premi BCA Life dibayar berkala, yaitu bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan, jadi bisa kamu sesuaikan dengan keuangan kamu.
Kalau nanti perlu berobat, kamu sudah punya gambaran biaya yang bisa dibantu dan dana yang masih harus disiapkan sendiri. Kamu jadi bisa mengatur uang lebih tenang, sambil menjaga cicilan lain tetap dibayar sesuai jadwal. Namun, mulailah dari perubahan yang sanggup kamu jalankan setiap bulan. Anggap perlindungan ini bagian dari investasi masa depan, supaya kenaikan gaji benar-benar bisa kamu pakai untuk rencana yang penting.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan