Penyakit gondongan tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sebagai orang tua, tentu kita khawatir jika anak kita terkena penyakit ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami fluktuasi angka kasus gondongan, dengan tren yang cukup mengkhawatirkan pada 2024. Dilansir BBC News Indonesia, peningkatan kasus gondongan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Jakarta yang mencatatkan 1.234 kasus hanya dalam enam bulan pertama tahun ini, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Di tengah kekhawatiran ini, kita sebagai orang tua perlu lebih waspada, terutama bagi anak-anak kita.
Dikutip dari Detik, daerah lain seperti Kabupaten Malang dan Kota Yogyakarta juga mencatatkan lonjakan signifikan. Di Malang, misalnya, terdapat lebih dari 2.000 kasus gondongan yang tercatat pada tahun 2024. Meskipun gondongan merupakan penyakit endemik, penting bagi kita untuk memahami tren dan gejala penyakit ini pada anak-anak, agar bisa segera ditangani dengan tepat.
Gondongan, atau yang dikenal dengan nama medis parotitis, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus. Virus ini menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis yang terletak di dekat pipi, menyebabkan pembengkakan yang bisa terlihat jelas di wajah anak. Sebagai orang tua, melihat anak kita dengan pipi yang bengkak tentu sangat mengkhawatirkan.
Penyakit gondongan sangat mudah menular. Penyebaran virus ini terjadi melalui percikan air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau bahkan saat berbicara. Penderita bisa menularkan virusnya ke orang lain bahkan sebelum gejala muncul, yaitu sekitar 1-7 hari setelah terinfeksi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan dan menghindari kontak langsung dengan anak yang terinfeksi.
Setelah terinfeksi virus gondongan, gejala umumnya akan muncul dalam waktu 12–25 hari. Beberapa gejala yang sering dialami antara lain:
Pembengkakan pada pipi, yang menjadi tanda utama gondongan
Demam
Sakit kepala
Nyeri saat mengunyah atau menelan
Kelelahan dan kehilangan nafsu makan
Sebagai orang tua, mengenali gejala-gejala ini pada anak sangat penting agar kita bisa segera memberikan penanganan yang tepat.
Virus gondongan dapat dengan mudah menyebar melalui kontak langsung dengan penderita atau benda-benda yang terkontaminasi oleh air liur mereka. Meskipun gondongan umumnya sembuh dengan sendirinya, tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti peradangan pada otak atau gangguan pada organ reproduksi. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk segera mengenali gejala dan membawa anak ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.
Gondongan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Namun, untuk membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi gejalanya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
Minum banyak cairan: Untuk mencegah dehidrasi dan membantu tubuh melawan infeksi.
Kumur air garam hangat: Bisa membantu meredakan peradangan pada tenggorokan.
Kompres dingin atau hangat: Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan, sementara kompres hangat untuk meredakan nyeri.
Konsumsi makanan lunak dan hindari makanan asam: Makanan lunak lebih mudah ditelan dan tidak mengiritasi tenggorokan.
Istirahat yang cukup: Agar tubuh memiliki waktu untuk pulih dan melawan infeksi.
Pencegahan gondongan pada anak sangat penting untuk dilakukan guna menjaga kesehatan keluarga. Salah satu langkah utama adalah vaksinasi, terutama vaksin campak Jerman (rubella) yang harus diberikan sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan oleh tenaga medis. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan secara rutin, menghindari kontak langsung dengan penderita, dan menjaga kebersihan diri sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus.
Jika anak atau anggota keluarga terinfeksi, perhatikan gejalanya dan segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat, agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan cepat dan mengurangi risiko komplikasi yang berbahaya.
Dipasarkan melalui Credit Life
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Copyright © 2025 PT Asuransi Jiwa BCA
Kebijakan Privasi NOW Kebijakan Privasi Kebijakan Keamanan Data Syarat dan Ketentuan