Membangun investasi keluarga biasanya membutuhkan waktu
bertahun-tahun. Ada dana pendidikan anak, persiapan pensiun, sampai tujuan
besar lain yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Masalahnya, rencana tersebut
bisa berubah ketika pencari nafkah sakit dan harus berhenti bekerja untuk
sementara. Pemasukan berkurang, sementara kebutuhan rumah tangga serta biaya
perawatan tetap berjalan. Pada kondisi seperti ini, portofolio yang seharusnya
dibiarkan tumbuh justru berisiko dicairkan lebih cepat. Lalu apa yang seharusnya
dilakukan? Berikut penjelasannya.
Selama kondisi keluarga berjalan normal, investasi sering
terasa seperti dana yang “aman” untuk masa depan. Namun, situasinya berbeda
ketika sumber pendapatan utama mendadak terganggu. Keluarga mungkin perlu
menggunakan tabungan, lalu beralih mencairkan aset investasi jika kebutuhan
terus bertambah.
Bahkan kondisi yang paling buruk ketika tekanannya datang
dari beberapa arah sekaligus seperti:
●
Pendapatan bulanan bisa menurun
karena pencari nafkah membutuhkan waktu untuk menjalani pengobatan dan
pemulihan.
●
Pengeluaran rutin seperti cicilan,
biaya sekolah, kebutuhan harian, serta tagihan rumah tetap harus dibayar.
●
Biaya medis yang muncul di luar
anggaran yang sudah disiapkan.
●
Setoran investasi terpaksa
dihentikan karena arus kas perlu dialihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak.
●
Portofolio yang sudah dibangun
bertahun-tahun berisiko dicairkan sebelum mencapai target.
Masalah lain juga muncul ketika investasi yang dicairkan
pada waktu yang kurang tepat. Nilainya bisa saja belum mencapai target yang
diharapkan, sementara kesempatan untuk menikmati pertumbuhan dalam jangka
panjang ikut berkurang.
Setelah kondisi membaik, keluarga pun harus memulai kembali
proses mengumpulkan dana dari posisi yang lebih rendah. Inilah alasan
perencanaan keuangan harus dilakukan sebaik mungkin.
Tujuannya agar keluarga tidak kewalahan ketika pemasukan
utama terhenti. Risiko tersebut dapat diperingan dengan memiliki perlindungan
yang tepat agar finansial tetap berada di batas aman.
Perlindungan finansial berupa asuransi dibutuhkan supaya
satu kejadian besar tidak langsung memaksa keluarga mengorbankan rencana jangka
panjang. Baik itu tabungan ataupun investasi yang sedang diusahakan untuk terus
bertumbuh.
Antara News sempat membahas bagaimana peranan asuransi
dapat menjadi proteksi yang bisa meringankan atau bahkan membantu biaya
perawatan ketika anggota keluarga atau pencari nafkah jatuh sakit.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan bukan hanya
urusan medis. Dampaknya bisa merambat ke seluruh rencana keuangan keluarga.
Bahkan ketika sudah memiliki dana darurat, masa pemulihan yang panjang dapat
membuat cadangan terus berkurang.
Oleh karena itu, BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima
hadir sebagai asuransi kesehatan yang memberikan manfaat berupa rawat inap dan
pembedahan, rawat jalan, serta perawatan penyakit kritis. Beberapa manfaat
lainnya juga bisa kamu dapatkan antara lain:
●
Manfaat tahunan perlindungan
kesehatan hingga Rp15 miliar.
●
Booster manfaat tahunan hingga
Rp45 miliar.
●
Manfaat rawat jalan mulai 60 hari
sebelum sampai 90 hari setelah rawat inap atau pembedahan.
●
Wilayah pertanggungan hingga
seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat, sesuai plan yang dipilih.
Manfaat tersebut bukan berarti nilai investasi otomatis
terjamin atau terus naik. Fungsinya lebih sederhana, yaitu membantu mengurangi
pengeluaran medis yang harus ditanggung sendiri. Jika sebagian beban perawatan
bisa dialihkan lewat asuransi kesehatan maka dana pendidikan, tabungan, atau
investasi masa depan keluarga tidak harus jadi sumber pertama yang dikorbankan.
Keluarga tetap perlu menyiapkan dana darurat, mengatur
pengeluaran, dan memahami detail manfaat, batas pertanggungan, pengecualian,
sampai ketentuan co-payment kalau memilih plan tersebut. BCA Life
menyediakan pilihan plan dengan fitur co-payment, jadi
ketentuannya perlu dipahami dulu sebelum menentukan perlindungan.
Sebelum memutuskan untuk menggunakan produk asuransi ini,
kamu bisa menyesuaikan kebutuhan kamu dan anggota keluarga. Sehingga pada
proses membayar premi BCA Life dapat dilakukan tanpa terbebani.
Perjalanan investasi keluarga bukan cuma soal mengejar
pertumbuhan nilai aset. Menjaga rencana itu tetap berjalan saat situasi berubah
juga sama pentingnya. Asuransi finansial seperti asuransi rawat inap atau
asuransi rumah sakit bisa jadi penyangga, supaya pencari nafkah utama bisa
fokus pulih. Sehingga tujuan finansial keluarga tetap punya ruang untuk
dilanjutkan. Sebagai pelengkap, asuransi meninggal dunia juga bisa
dipertimbangkan agar keluarga punya lapisan perlindungan yang lebih menyeluruh,
baik untuk asuransi individu maupun untuk seluruh anggota keluarga.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan