Artikel: Beranda Tahapan KehidupanMembina Keluarga
Tahapan Kehidupan

Demam Biasa atau DBD? Kenali Tandanya Sebelum Terlambat

Ciri-ciri DBD sering kali terlihat mirip dengan demam biasa, terutama pada hari-hari awal. Tubuh terasa panas, kepala berat, dan badan pegal sehingga banyak orang menganggapnya hanya kelelahan atau masuk angin. Padahal, DBD atau Demam Berdarah Dengue perlu lebih diwaspadai, terutama pada anak-anak dan lansia yang kondisi tubuhnya cenderung lebih rentan terhadap infeksi.

 

DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tingkat penyebarannya di Asia Tenggara juga tergolong tinggi. Meski tidak semua demam berarti DBD, penting bagi kamu mengenali beberapa tanda yang perlu diwaspadai agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Perbedaan Gejala Awal DBD dan Demam Biasa yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa gejala awal yang bisa membantu kamu membedakan DBD dengan demam biasa sehingga kondisi tubuh dapat lebih cepat diwaspadai:

1.    Demam tinggi muncul mendadak

DBD biasanya menyebabkan demam tinggi tiba-tiba (bisa mencapai 40 celcius derajat) tanpa disertai batuk atau pilek seperti flu biasa.

 

2.    Nyeri di belakang mata

Rasa sakit di area belakang mata sering menjadi tanda yang cukup khas pada DBD. Rasanya bisa makin terasa saat mata digerakkan. Demam biasa biasanya lebih sering menimbulkan kepala berat, badan lesu, atau meriang, tetapi jarang sampai terasa nyeri tajam di belakang mata.

 

3.    Badan terasa sangat pegal

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa gejala dengue dapat mencakup “muscle and joint pains” atau nyeri otot dan sendi. Pada DBD, pegalnya bisa terasa lebih berat, seperti badan habis bekerja keras, padahal aktivitas tidak terlalu banyak.

 

4.    Mual, muntah, atau nafsu makan turun

Demam biasa kadang membuat nafsu makan menurun. Namun, pada DBD, keluhan mual dan muntah bisa lebih terasa. Centers of Disease Control and Prevention (CDC) menyebut muntah berulang, terutama tiga kali atau lebih dalam 24 jam, termasuk tanda bahaya yang perlu segera diperiksakan.

 

5.    Muncul bintik merah atau ruam

Pada beberapa orang, DBD dapat memunculkan ruam atau bintik merah di kulit. Ciri ini memang belum tentu selalu muncul, tetapi tetap perlu diperhatikan, apalagi bila disertai demam tinggi dan badan sangat lemas.

 

6.    Kondisi memburuk saat demam mulai turun

Ini yang sering membuat orang lengah. Saat suhu tubuh mulai turun, banyak yang merasa penyakitnya sudah membaik. Padahal, pada DBD, fase kritis bisa terjadi ketika panas mulai mereda. CDC mengingatkan agar tanda bahaya DBD diperhatikan setelah demam turun, seperti nyeri perut, muntah, perdarahan gusi atau hidung, serta tubuh sangat lemas.

 

Jika gejala tersebut dialami, lebih aman segera periksa ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan darah dapat membantu dokter melihat kondisi tubuh, termasuk trombosit dan tanda infeksi lainnya.

Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memperparah Kondisi DBD

Beberapa kebiasaan sehari-hari juga dapat memperburuk kondisi DBD jika tidak segera diperhatikan. Karena itu, penting bagi kamu dan keluarga untuk lebih waspada selama masa pemulihan maupun saat gejala mulai muncul.

1.    Menganggap demam sebagai hal sepele

Menunda pemeriksaan saat demam tinggi dapat meningkatkan risiko kondisi DBD berkembang lebih serius.

 

2.    Kurang minum air putih

Tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi saat demam sehingga cairan perlu dipenuhi secara rutin.

 

3.    Minum obat sembarangan

Beberapa obat tertentu dapat meningkatkan risiko perdarahan pada penderita DBD jika dikonsumsi tanpa arahan medis.

 

4.    Tetap memaksakan beraktivitas

Tubuh membutuhkan istirahat agar kondisi tidak semakin lemah dan proses pemulihan berjalan lebih baik.

 

5.    Mengabaikan tanda perdarahan ringan

Mimisan, gusi berdarah, atau BAB berwarna gelap perlu segera diperiksa karena bisa menjadi tanda DBD berat.

 

Menjaga kesehatan keluarga bukan berarti harus merasa takut berlebihan, tetapi lebih peka terhadap sinyal tubuh yang muncul. Jika demam terasa tidak biasa, tubuh sangat lemas, muncul nyeri hebat, muntah berulang, atau tanda perdarahan ringan, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan agar kondisi bisa segera ditangani dengan tepat.

 

Selain memperhatikan gejala, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi langkah penting untuk membantu mencegah penyebaran DBD. Genangan air di sekitar rumah dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, sehingga kebiasaan rutin menguras dan menutup wadah air tetap perlu dilakukan.

 

Mengenali ciri-ciri DBD sejak dini juga membantu tubuh mendapatkan penanganan lebih cepat dan aman. Upaya menjaga kesehatan ini sebaiknya diiringi dengan perlindungan yang tepat, seperti menghadirkan asuransi kesehatan keluarga agar risiko biaya medis tak terduga tidak langsung membebani keuangan.

 

Kehadiran asuransi kesehatan membantu keluarga lebih siap menghadapi kebutuhan asuransi rawat inap maupun asuransi rawat jalan, dengan pengaturan premi asuransi kesehatan yang dapat disesuaikan sebagai bagian dari perencanaan asuransi keluarga.

 

Melengkapi kebutuhan perlindungan tersebut, BCA Life menghadirkan BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima dengan manfaat yang mudah dipahami:

      Perlindungan kesehatan hingga Rp15 miliar per tahun.

      Manfaat asuransi rawat jalan 60 hari sebelum dan 90 hari setelah asuransi rawat inap serta tindakan pembedahan.

      Perlindungan biaya perawatan akibat kecelakaan.

      Santunan kematian untuk membantu menjaga stabilitas finansial keluarga.

      Jangkauan perlindungan di seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat) dengan pilihan wilayah yang fleksibel.

 

Perlindungan yang terencana membantu keluarga menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan lebih tenang.

PT Asuransi Jiwa BCA

Senantiasa Melindungi Anda #TemaniLangkahmu

PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Copyright © 2026 PT Asuransi Jiwa BCA

Kebijakan Privasi NOW Kebijakan Privasi Syarat dan Ketentuan