Tidak sedikit orang yang berhasil membangun aset dan
investasi selama puluhan tahun, tetapi tanpa disadari justru kehilangan
sebagian nilainya karena impulsive buying atau kebiasaan
berbelanja secara spontan. Nilainya mungkin tidak terasa dalam satu atau dua
kali transaksi, tetapi jika terjadi berulang kali, pengeluaran tersebut dapat
mengurangi dana yang seharusnya digunakan untuk mendukung kebutuhan di masa
pensiun.
Karena itu, menjaga dana investasi tidak hanya soal memilih
instrumen yang tepat, tetapi juga mengelola kebiasaan belanja dengan bijak.
Simak beberapa cara yang dapat membantu mengendalikan impulsive buying
di masa pensiun berikut ini.
Salah satu metode yang bisa kamu gunakan dalam
mengendalikan pembelian impulsif adalah dengan memberi jeda antara melihat
barang dan mengambil keputusan membelinya atau tidak. Ketika kamu melihat suatu
barang yang menarik, terutama jika bukan merupakan kebutuhan primermu, usahakan
untuk menunda pembeliannya beberapa hari. Hal ini akan membuat kamu
merasionalisasi apakah barang yang ditawarkan sebenarnya sangat dibutuhkan atau
hanya ditentukan oleh diskon atau promosi tertentu saja.
Langkah ini semakin relevan di era digital, ketika berbagai
rekomendasi produk dan penawaran khusus terus muncul di layar handphone.
Beberapa riset menunjukkan bahwa rekomendasi produk dapat meningkatkan
kecenderungan seseorang melakukan pembelian impulsif. Karena itu, masa
pertimbangan sebelum membeli dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga
pengeluaran tetap terkendali.
Dana untuk kebutuhan sehari-hari sebaiknya dipisahkan dari
dana investasi dan aset produktif agar tujuan keuangan tetap terjaga. Pemisahan
ini membantu kamu melihat dengan jelas mana dana yang memang dialokasikan untuk
pengeluaran rutin dan mana yang disiapkan untuk mendukung kondisi finansial di
masa depan.
Sebagai langkah praktis, gunakan rekening yang berbeda dan
hindari menghubungkan rekening investasi dengan aplikasi belanja atau dompet
digital. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga disiplin keuangan sekaligus
mengurangi risiko penggunaan dana investasi untuk kebutuhan yang bersifat
spontan.
Menjaga dana pensiun bukan berarti harus menghilangkan
seluruh pengeluaran untuk hiburan atau hobi. Kamu tetap dapat menikmati
berbagai aktivitas yang disukai, seperti berkumpul bersama teman, menekuni
hobi, atau sesekali memanjakan diri dan keluarga.
Agar kondisi keuangan tetap terjaga, alokasikan anggaran
khusus untuk kebutuhan rekreasi dan gaya hidup setiap bulan. Cara ini membantu
kamu menikmati hasil kerja keras dengan lebih terukur tanpa mengganggu dana
investasi maupun tujuan keuangan jangka panjang yang telah disiapkan.
Cobalah mengenali situasi yang biasanya mendorong kamu
untuk berbelanja di luar rencana. Misalnya, saat merasa bosan di rumah,
menghabiskan waktu terlalu lama melihat promosi di media sosial, atau ingin
memberikan hadiah untuk diri sendiri setelah menghadapi hari yang melelahkan.
Dengan mengetahui pemicu tersebut, kamu dapat lebih mudah
membedakan antara kebutuhan dan keinginan sesaat. Langkah sederhana ini
membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali sehingga dana investasi dan
tujuan keuangan jangka panjang tidak terganggu oleh keputusan yang bersifat
impulsif.
Luangkan waktu untuk meninjau portofolio investasi dan
tujuan keuangan secara berkala, misalnya setiap tiga atau enam bulan. Tujuannya
bukan untuk bereaksi terhadap setiap perubahan pasar, melainkan memastikan
alokasi aset yang dimiliki masih sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko
yang nyaman bagi kamu.
Dikutip dari Investor.gov, komposisi investasi perlu
disesuaikan kembali secara berkala agar tetap mendekati alokasi aset yang telah
direncanakan sejak awal. Langkah ini membantu menjaga keseimbangan portofolio
sehingga tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang. Momen evaluasi
tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memastikan pengeluaran konsumtif tidak
mulai mengurangi dana investasi yang telah disiapkan untuk masa depan.
Impulsive buying bukan berarti
kamu harus berhenti menikmati masa pensiun. Belanja, bepergian, menjalankan
hobi, atau menghabiskan waktu bersama keluarga tetap bisa dilakukan selama
disesuaikan dengan kondisi keuangan. Saat pengeluaran lebih terkontrol, dana
pensiun yang telah dikumpulkan dapat dimanfaatkan sesuai tujuan, sehingga masa
pensiun terasa lebih nyaman dan tenang.
Selain menjaga kebiasaan belanja, penting juga
mempersiapkan berbagai kebutuhan yang mungkin muncul di masa depan, termasuk
biaya kesehatan. Kehadiran asuransi kesehatan keluarga dapat membantu
melengkapi perencanaan keuangan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Saat
memilih asuransi kesehatan, pastikan manfaat asuransi rawat inap dan asuransi
rawat jalan sesuai kebutuhan, serta premi asuransi kesehatan tetap sejalan
dengan kemampuan finansial. Sebagai salah satu pilihan asuransi keluarga, BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima
menawarkan berbagai manfaat berikut:
●
Manfaat perlindungan kesehatan
tahunan hingga Rp15 miliar
●
Manfaat rawat jalan hingga 60 hari
sebelum dan 90 hari setelah rawat inap serta pembedahan
●
Manfaat perawatan akibat
kecelakaan
●
Santunan meninggal dunia
●
Wilayah pertanggungan di seluruh
dunia (kecuali Amerika Serikat) dengan fleksibilitas memilih wilayah
pertanggungan
Perencanaan pensiun yang baik tidak hanya berfokus pada
menjaga aset dan investasi, tetapi juga memastikan kesehatan tetap terlindungi
agar kualitas hidup di masa pensiun dapat dinikmati dengan lebih tenang.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan