Ada titik di mana nabung biasa terasa kurang. Saldo
bertambah, tapi uang tidak benar-benar "bekerja." Terlebih saat kamu
mulai punya penghasilan tetap dan sadar bahwa menyimpan saja tidak cukup. Di
sinilah deposito sering jadi pilihan pertama, yang mana merupakan simpanan di
bank dengan jangka waktu tertentu, bunga yang lebih pasti, dan risiko yang
relatif rendah dibanding instrumen lain.
Tapi seperti kebanyakan instrumen investasi, deposito bukan
tanpa catatan. Ada keunggulan yang memang layak dipertimbangkan, tapi ada juga
keterbatasan yang perlu kamu pahami lebih dulu sebelum memutuskan menaruh uang
di sana.
Deposito punya
beberapa sisi menarik yang membuatnya tetap relevan, terutama buat kamu yang
baru mulai serius mengelola uang. Berikut keunggulan yang perlu kamu tahu.
Berbeda dari saham
atau reksa dana yang nilainya bisa berubah setiap hari, deposito lebih stabil
karena bunganya sudah diketahui sejak awal.
Dana yang dikunci
dalam jangka waktu tertentu secara tidak langsung mencegah kamu menariknya
sembarangan cocok buat yang sedang mengumpulkan dana untuk tujuan spesifik.
Kamu bisa
memperkirakan berapa yang akan diterima saat jatuh tempo, sehingga perencanaan
keuangan jadi lebih mudah dan tidak banyak kejutan.
Tidak perlu membaca
grafik pasar setiap hari. Pilih nominal, tentukan tenor, pahami bunganya, lalu
tunggu jatuh tempo, sesederhana itu.
Selama memenuhi
syarat 3T, simpanan tercatat di bank, bunga tidak melebihi batas penjaminan
LPS, dan nasabah tidak merugikan bank, dana kamu masuk dalam perlindungan LPS.
Di balik
keunggulannya, deposito juga punya keterbatasan yang sayang untuk diabaikan.
Kenali dulu sisi ini sebelum memutuskan.
Mencairkan deposito
sebelum jatuh tempo biasanya ada konsekuensinya, mulai dari penalti hingga
bunga yang tidak keluar maksimal. Jadi, jangan taruh semua uang di sana,
sisakan dana darurat di rekening yang mudah diakses.
Bunganya memang
stabil, tapi belum tentu cukup untuk mengimbangi kenaikan harga dari tahun ke
tahun. Kalau tujuanmu membangun aset jangka panjang, deposito saja mungkin
kurang cukup.
Hasil deposito
tidak sepenuhnya masuk ke kantong. Ada potongan pajak yang perlu
diperhitungkan, jadi biasakan melihat angka bersihnya, bukan hanya bunga yang
tertera di awal.
Dikutip dari
website LPS, LPS tidak menjamin simpanan yang bunganya melebihi suku bunga
wajar yang ditetapkan. Jangan langsung tergoda tawaran bunga tinggi tanpa
mengecek ketentuannya terlebih dahulu.
Deposito lebih pas
untuk menjaga nilai uang, bukan mempercepatnya. Kalau kamu punya target besar
dalam waktu beberapa tahun, instrumen lain mungkin perlu masuk ke dalam
pertimbanganmu.
Deposito paling pas buat kamu yang ingin mulai investasi
tanpa terlalu banyak hal yang perlu dipelajari dulu, aman, terukur, dan cocok
untuk dana yang sudah punya tujuan jelas, seperti biaya kursus, persiapan
menikah, atau cadangan hidup beberapa bulan ke depan. Buat kamu masih single,
ini juga bisa jadi latihan disiplin finansial yang cukup efektif: uang punya
tempat, punya tujuan, dan tidak mudah tersentuh.
Tapi kalau dana daruratmu sudah aman dan kamu mulai
penasaran dengan potensi yang lebih besar, saatnya melirik instrumen lain,
reksa dana untuk fleksibilitas, obligasi untuk pendapatan berkala, atau saham
kalau kamu siap bermain jangka panjang.
Kesimpulannya, deposito bukan pilihan yang buruk. Justru,
instrumen ini bisa menjadi langkah awal yang nyaman untuk membangun kebiasaan
mengelola keuangan secara lebih terarah. Kuncinya adalah menyesuaikan deposito
dengan tujuan finansial, memahami karakteristik produknya, serta
mengombinasikannya dengan strategi keuangan lain agar rencana masa depan dapat
berjalan lebih optimal.
Bagi kamu yang masih lajang, membangun fondasi keuangan
sejak dini tidak hanya soal menambah aset, tetapi juga mempersiapkan
perlindungan terhadap risiko yang bisa muncul kapan saja. Kehadiran asuransi
kesehatan dapat membantu menjaga kondisi finansial saat membutuhkan perawatan
medis, baik untuk asuransi rawat inap maupun asuransi rawat jalan.
Seiring waktu, perlindungan ini juga dapat menjadi bagian
dari persiapan menuju asuransi keluarga atau asuransi kesehatan keluarga ketika
kebutuhan hidup bertambah di masa depan. Premi BCA Life yang dibayarkan pun
dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang karena membantu
mengurangi potensi beban pengeluaran akibat biaya pengobatan yang tidak
terduga.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima
yang menawarkan manfaat perlindungan kesehatan hingga Rp15 miliar per tahun,
serta berbagai manfaat lainnya, seperti:
●
Manfaat rawat jalan hingga 60 hari
sebelum dan 90 hari setelah rawat inap dan pembedahan.
●
Manfaat perlindungan untuk risiko
kecelakaan.
●
Santunan meninggal dunia.
●
Wilayah pertanggungan di seluruh
dunia (kecuali Amerika Serikat) dengan fleksibilitas memilih wilayah
pertanggungan.
●
Klaim kamar di luar plan yang
dipilih akan dibayarkan secara prorata.
Membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak masa lajang
dapat membantu kamu menghadapi berbagai fase kehidupan dengan lebih tenang,
termasuk saat kebutuhan kesehatan dan tanggung jawab keluarga mulai berkembang
di kemudian hari.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan