Pernah kepikiran kalau rutinitas harian punya pengaruh besar ke kesehatan pencernaan? Banyak orang masih menganggap sepele hal-hal kecil yang ternyata berkontribusi sebagai penyebab usus buntu. Padahal, kondisi ini bisa muncul akibat akumulasi kebiasaan yang berlangsung lama. Nah, apa saja sih penyebabnya itu? Yuk, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Ketika menjalani keseharian berpasangan, urusan makan sering jadi keputusan bersama. Namun, pernahkah kamu dan pasangan benar-benar memperhatikan kecukupan serat di menu harian? Apakah sayur dan buah kerap hanya jadi pelengkap? atau bahkan tidak masalah ketika terlewat dari pilihan menu.
Padahal, serat berperan penting membantu kerja pencernaan agar tetap lancar. Ketika asupannya kurang, pergerakan sisa makanan melambat dan menumpuk. Jika dibiarkan, kondisi ini membuat usus bekerja lebih berat dan berpotensi memicu gangguan di area usus buntu.
Menahan buang air besar karena lagi sibuk atau malas ke toilet mungkin terasa biasa. Banyak orang melakukannya tanpa mikir panjang. Padahal, kebiasaan ini bikin kotoran makin keras dan susah dikeluarkan. Usus pun jadi lebih tertekan.
Kalau berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa merembet ke bagian usus lainnya. Mulai sekarang coba dengarkan sinyal tubuh dan ketika sedang bersama pasangan, jangan lupa saling mengingatkan.
Di tengah rutinitas pasangan, makanan praktis kerap jadi solusi cepat. Fast food, gorengan, atau camilan kemasan memang menggoda, terutama saat energi mulai menurun. Namun, jenis makanan ini umumnya rendah serat dan lebih sulit dicerna. Akibatnya, sisa makanan lebih mudah tertahan di saluran pencernaan.
Jika terus menjadi kebiasaan, beban kerja usus pun meningkat. Menikmati sesekali tidak masalah, selama tetap diimbangi dengan pilihan makanan yang lebih ramah untuk kesehatan pencernaan kamu dan pasangan.
Minum air sering kali baru diingat saat haus. Padahal, tubuh butuh cairan secara konsisten. Air membantu melunakkan sisa makanan supaya lebih mudah bergerak di dalam usus. Saat asupannya kurang, feses jadi keras dan pencernaan melambat. Dampaknya, risiko penyumbatan meningkat. Membiasakan minum air sedikit demi sedikit sepanjang hari bisa jadi langkah kecil yang efeknya besar.
Gaya hidup yang terlalu banyak duduk bikin tubuh kurang bergerak. Tanpa disadari, pencernaan juga ikut melambat. Aktivitas fisik membantu merangsang gerakan alami usus. Tidak perlu perlu olahraga berat, jalan santai atau peregangan ringan sudah cukup membantu. Tubuh yang aktif bikin sistem pencernaan lebih “hidup” dan bekerja lebih seimbang.
Makan sambil kerja atau sambil main gawai sering bikin kita lupa menikmati makanan. Saat makan terlalu cepat, proses mengunyah jadi kurang maksimal. Makanan masuk dalam kondisi belum siap dicerna, akhirnya membebani usus. Selain itu, kebiasaan ini juga bikin kita sulit mengenali rasa kenyang. Pelan-pelan saat makan bukan cuma bikin lebih nikmat, tapi juga lebih ramah buat pencernaan.
Menjaga kesehatan usus sejatinya berangkat dari kebiasaan sederhana yang konsisten dijalani setiap hari. Ketika kamu mulai lebih peka terhadap ritme tubuh, pencernaan pun bekerja lebih tenang dan seimbang. Risiko gangguan seperti usus buntu dapat ditekan tanpa perlu perubahan ekstrem. Namun, di luar upaya menjaga pola hidup, kesiapan finansial tetap menjadi bagian penting agar kamu bisa fokus pada proses pemulihan saat kondisi kesehatan membutuhkan perhatian lebih.
Di sinilah asuransi kesehatan berperan sebagai pendamping yang memberi rasa aman. Melalui perlindungan seperti BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima, kamu mendapatkan manfaat perlindungan hingga Rp15 miliar per tahun, termasuk asuransi rawat inap, rawat jalan 60 hari sebelum dan 90 hari setelah perawatan, manfaat kecelakaan, hingga santunan meninggal dunia.
Cakupan asuransi rumah sakit yang luas secara global (kecuali Amerika Serikat) serta fleksibilitas wilayah pertanggungan, membuat produk ini dirancang sebagai asuransi individu yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Ditambah struktur Premi BCA Life yang kompetitif, perlindungan kesehatan pun terasa lebih relevan sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka panjang.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan