Membangun kondisi finansial keluarga yang sehat itu bukan cuma soal rajin menabung atau mengumpulkan dana untuk masa depan. Ada satu hal yang sering luput dari perhatian: memastikan rencana yang sudah kamu susun tetap jalan meski suatu hari risiko kesehatan seperti penyakit kritis datang menghampiri. Dan kabar baiknya, ini bukan hal yang perlu ditakuti. Selama kamu sudah punya persiapan yang tepat, keluarga tetap bisa melewati masa-masa sulit tanpa harus kehilangan arah.
Membicarakan penyakit kritis memang tidak selalu nyaman, tapi coba lihat dari yang sisi lain. Risiko ini sulit ditebak kapan datangnya, dan itu justru jadi alasan kuat untuk mulai menyiapkan diri dari sekarang. Bukan karena takut, tapi supaya kamu punya waktu untuk bersiap, bukan sekadar bereaksi saat sesuatu benar-benar terjadi.
Selain risiko pada kesehatan, hal yang paling berdampak pada kondisi ini yaitu pada biayanya. Kementerian Kesehatan mencatat penyakit kritis atau katastropik seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal sebagai salah satu penyumbang biaya kesehatan terbesar di Indonesia. Wajar kalau ini terdengar berat, sebab penyakit-penyakit ini memang butuh perawatan panjang dengan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu, dampaknya juga biasanya lebih luas dari sekadar tagihan rumah sakit. Ada biaya transportasi bolak-balik berobat, kebutuhan pendamping, obat-obatan rutin, sampai kemungkinan penghasilan yang dapat berkurang karena harus fokus mendampingi proses pemulihan. Kalau semua ini datang tanpa persiapan, pos-pos keuangan lain yang sudah susah payah kamu bangun bisa ikut terpakai, seperti:
Tabungan pendidikan anak
Dana persiapan pensiun
Investasi jangka panjang
Dana darurat keluarga
Karena itu, memetakan risiko ini dari sekarang sebenarnya bukan soal menakut-nakuti diri sendiri, melainkan bagian dari rencana besar yang sedang kamu susun untuk keluarga. Dengan begitu, apapun yang terjadi nanti, keluarga tetap punya ruang untuk fokus pulih tanpa harus mengorbankan tujuan-tujuan yang sudah dirancang bersama
Setelah memetakan risiko dan dampaknya, langkah selanjutnya adalah memikirkan pelengkap yang bisa menjaga rencana finansial tersebut tetap berjalan. Salah satunya adalah memiliki asuransi kesehatan yang sesuai dengan kondisi keluargamu, bukan sekadar ikut-ikutan orang lain atau asal punya polis.
Sebelum memilih perlindungan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lebih dulu:
Kondisi keuangan
Sesuaikan besaran premi dengan kemampuan membayar secara rutin.
Kebutuhan kesehatan
Perhatikan manfaat rawat inap, pembedahan, rawat jalan, serta perawatan penyakit kritis.
Usia anggota keluarga
Kebutuhan perlindungan dapat berubah seiring bertambahnya usia.
Dana yang sudah tersedia
Hitung berapa lama tabungan keluarga mampu menopang biaya ketika terjadi risiko kesehatan.
Dari beberapa pertimbangan di atas, salah satu pilihan asuransi yang bisa kamu gunakan adalah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima. Produk ini memberikan berbagai manfaat mulai dari penggantian biaya rawat inap dan pembedahan, rawat jalan, perawatan penyakit kritis, serta perawatan akibat kecelakaan sesuai plan yang dipilih. Sebagai asuransi rawat inap sekaligus asuransi rumah sakit, perlindungannya juga tersedia hingga seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat.
Manfaat tahunannya mencapai hingga Rp15 miliar, sementara tersedia pula booster manfaat tahunan hingga Rp45 miliar. Pilihan plan dan fitur co-payment memungkinkan besaran premi BCA Life disesuaikan kembali dengan kebutuhan serta kondisi finansial keluarga.
Bagi keluarga yang ingin menjaga rencana keuangan tetap berjalan, asuransi finansial seperti ini bisa menjadi salah satu bagian dari strategi kamu menghadapi risiko kesehatan. Bukan berarti semua risiko bisa dihilangkan, tetapi dampak finansialnya dapat dipersiapkan sejak awal, sehingga tabungan dan investasi masa depan yang sudah disiapkan tidak harus jadi korban pertama.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan