Menyiapkan tabungan pendidikan anak sering dimulai dari kebiasaan sederhana, menyisihkan penghasilan setiap bulan. Rasanya lega melihat saldo bertambah, apalagi saat membayangkan anak masuk sekolah pilihan. Namun, pernahkah kamu menghitung apakah jumlahnya masih sesuai dengan kebutuhan nanti? Selain kenaikan uang sekolah, ada pengeluaran mendadak yang bisa membuat simpanan tersebut terpakai sebelum waktunya.
Rencana yang semula terasa aman pun perlu diperiksa kembali. Bukan hanya soal seberapa rajin menyisihkan uang, tetapi juga bagaimana keluarga menjaga dana itu tetap tersedia saat dibutuhkan.
Saat mencari informasi sekolah, perhatian biasanya langsung tertuju pada uang pangkal dan SPP. Padahal masih banyak yang perlu diperhitungkan. Mulai dari seragam, buku, transportasi, hingga kegiatan tambahan yang biayanya sering tidak kecil. Angka yang kamu catat saat anak berusia tiga tahun belum tentu sama ketika ia benar-benar masuk SD.
Ini karena biaya pendidikan tidak berdiam di tempat. Dikutip dari Tempo.co, inflasi tahunan di sektor pendidikan pada Juli 2025 tercatat 1,95 persen, dengan kenaikan tertinggi pada biaya pendidikan dasar dan PAUD yang mencapai 3,12 persen. Artinya, target tabungan yang terasa cukup hari ini bisa jadi kurang beberapa tahun ke depan. Bukan karena salah menabung, tapi karena biaya yang dikejar terus bergerak naik.
Menabung memang langkah yang benar, tapi ada satu hal yang sering luput dari perhitungan yaitu risiko di luar rencana. Misalnya seperti sakit yang datang tiba-tiba, kondisi darurat yang membutuhkan biaya besar, atau gangguan penghasilan yang tidak terduga. Semua ini bisa membuat kamu terpaksa menggunakan dana pendidikan anak untuk mengurangi dampak risiko. Saldo tabungan yang bertambah perlahan bisa tergerus dalam satu kejadian tak terduga. Inilah yang membuat perencanaan pendidikan anak tidak bisa hanya bergantung pada kemampuan menabung saja.
Bayangkan uang pangkal sudah hampir terkumpul, lalu tiba-tiba salah satu anggota keluarga harus dirawat inap. Perawatan jelas jadi prioritas utama, tapi ketika dana darurat tidak mencukupi, rekening tabungan sekolah yang paling mudah dijangkau.
Tabungan yang dibangun bertahun-tahun bisa berkurang drastis dalam waktu singkat, sementara jadwal pendaftaran terus mendekat. Setelah kondisi membaik, keluarga masih harus mengisi kembali kekurangan tengah pengeluaran rutin yang tidak berhenti.
Situasi seperti ini bukan sekadar soal kurang menabung, tapi soal tidak adanya lapisan perlindungan yang menjaga dana pendidikan tetap utuh ketika risiko datang. Di sinilah peran asuransi kesehatan menjadi relevan sebagai bagian dari asuransi keluarga yang lebih menyeluruh.
Dana darurat membantu kebutuhan mendesak, sementara asuransi menanggung biaya medis yang masuk dalam pertanggungan, sehingga tabungan pendidikan anak tidak harus ikut tersentuh.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima, produk dari salah satu asuransi jiwa di Indonesia yang dirancang untuk memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh.
Manfaat yang ditawarkan mencakup rawat inap dan pembedahan, rawat jalan mulai 60 hari sebelum hingga 90 hari setelah perawatan, serta perlindungan penyakit kritis. Manfaat tahunannya bisa mencapai Rp15 miliar, dengan booster hingga Rp45 miliar, dan wilayah pertanggungan mencakup seluruh dunia kecuali Amerika Serikat sesuai plan yang dipilih.
Sebelum memutuskan, ada beberapa hal yang perlu dipahami terlebih dahulu. Pastikan premi asuransi yang dipilih sesuai kemampuan agar tidak mengganggu setoran pendidikan maupun pengeluaran rumah tangga. Pelajari juga batas manfaat, masa tunggu, pengecualian, dan ketentuan co-payment jika memilih plan tertentu. Simpan dokumen kepesertaan di tempat yang mudah ditemukan, dan pastikan pasangan juga tahu prosedur klaim sejak awal, karena dalam situasi darurat, kecepatan bertindak sangat penting.
Jadi, pada akhirnya untuk menjaga tabungan pendidikan anak tetap pada jalurnya, persiapan yang bisa mengikuti perubahan harus dilakukan. Mulai dari menghitung ulang kebutuhan, memisahkan dana darurat, hingga memastikan perlindungan kesehatan keluarga sudah memadai. Langkah-langkah ini bukan jaminan bahwa semua risiko bisa dihindari, tapi setidaknya memastikan satu kejadian tak terduga tidak harus mengorbankan investasi masa depan anak yang sudah kamu siapkan sejak jauh-jauh hari.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan