Artikel: Beranda Tahapan KehidupanMembina Keluarga
Tahapan Kehidupan

Baru Mulai Atur Keuangan? Kenali Dulu Cara Kerja Bunga Deposito

Bunga deposito bisa menjadi salah satu pilihan investasi bagi kamu yang mulai menyusun rencana keuangan keluarga. Di masa awal pernikahan, biasanya ada banyak tujuan finansial yang perlu dipersiapkan, mulai dari membangun dana darurat, menyiapkan biaya melahirkan, membeli rumah, hingga merencanakan pendidikan anak. Karena dinilai memiliki tingkat risiko yang rendah, banyak orang menggunakan jenis tabungan ini untuk membantu mengembangkan keuangan mereka.

 

Selain itu, deposito juga berstatus sebagai produk simpanan resmi di perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa bank umum dapat menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, termasuk deposito berjangka. Namun, sebelum memutuskan menyimpan dana dalam deposito, penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana bunga deposito bekerja dan sejauh mana manfaatnya dapat membantu mewujudkan berbagai rencana keuangan keluarga.

Apa Itu Bunga Deposito dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Deposito adalah produk simpanan berjangka yang ditawarkan bank dan bunga deposito merupakan imbal hasil yang kamu terima karena menyimpan dana dalam deposito selama periode tertentu.  Berbeda dengan tabungan biasa yang dapat ditarik kapan saja, deposito memiliki jangka waktu penyimpanan atau tenor, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan atau lebih.

 

Cara kerjanya cukup sederhana. Kamu menempatkan sejumlah dana ke dalam deposito dan memilih tenor yang diinginkan. Selama periode tersebut, dana akan disimpan di bank dan memperoleh bunga sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah jatuh tempo, dana pokok beserta bunga dapat dicairkan atau diperpanjang kembali. Beberapa bank juga menyediakan fitur Automatic Roll Over (ARO) yang memungkinkan deposito diperpanjang secara otomatis.

 

Sebagai contoh, kamu dan pasangan memiliki dana tabungan Rp20 juta yang rencananya akan digunakan untuk renovasi rumah tahun depan. Agar terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja, uang tersebut dapat ditempatkan dalam deposito selama 6 atau 12 bulan. Imbal hasilnya memang mungkin tidak sebesar beberapa instrumen investasi lain, tetapi nilainya relatif lebih stabil dan mudah diperkirakan sejak awal.

 

Hal yang perlu diperhatikan, deposito umumnya lebih cocok untuk dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, kamu biasanya akan dikenakan penalti atau kehilangan sebagian hak atas bunga sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, dana harian dan dana darurat sebaiknya tetap disimpan pada instrumen yang lebih mudah diakses saat dibutuhkan.

Faktor yang Mempengaruhi Besaran Bunga Deposito

Besaran bunga deposito bisa berbeda antara satu bank dan bank lainnya. Beberapa faktor yang biasanya berpengaruh, yaitu:

 

1. Tenor deposito

Jangka waktu penyimpanan dapat mempengaruhi bunga yang ditawarkan. Tenor lebih panjang kadang memberikan bunga berbeda dibanding tenor pendek, tergantung kebijakan bank.

 

2. Nominal dana yang ditempatkan

Beberapa bank memberikan penawaran khusus untuk nominal tertentu. Makin besar dana yang disimpan, peluang mendapat bunga kompetitif bisa lebih terbuka.

 

3. Kondisi suku bunga acuan

Perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat memengaruhi arah bunga simpanan perbankan, termasuk deposito.

 

4. Kebijakan masing-masing bank

Setiap bank punya strategi berbeda dalam menghimpun dana nasabah. Karena itu, bunga deposito bisa bervariasi meski produknya terlihat mirip.

 

5. Tingkat bunga penjaminan LPS

LPS memiliki tingkat bunga penjaminan yang perlu diperhatikan. Jika bunga simpanan melebihi ketentuan penjaminan, ada risiko simpanan tidak memenuhi syarat penjaminan.

Strategi Menggunakan Deposito dalam Perencanaan Keuangan

Deposito dapat menjadi pilihan untuk menyimpan dana yang sudah memiliki tujuan dan waktu penggunaan yang cukup jelas. Selain membantu memperoleh bunga, deposito juga dapat membuat dana lebih terjaga karena tidak mudah digunakan untuk kebutuhan di luar rencana. Beberapa strategi yang bisa kamu coba terapkan antara lain:

 

1. Pisahkan deposito sesuai tujuan keuangan

Buat alokasi terpisah untuk kebutuhan seperti biaya persalinan, uang muka rumah, liburan keluarga, atau dana pendidikan anak agar lebih mudah dipantau.

 

2. Gunakan tenor yang berbeda

Bagi dana ke beberapa deposito dengan jatuh tempo yang berbeda, misalnya 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Cara ini membantu menjaga fleksibilitas saat membutuhkan dana.

 

3. Bandingkan sebelum memilih deposito

Perhatikan bunga, biaya, syarat pencairan, serta pastikan bank berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang.

 

4. Jadikan deposito sebagai pelengkap

Deposito sebaiknya menjadi bagian dari strategi keuangan keluarga, bukan satu-satunya pilihan. Tetap siapkan dana darurat, tabungan harian, proteksi, dan instrumen investasi lain sesuai kebutuhan.

 

Adanya strategi yang tepat, deposito dapat membantu keluarga mengelola berbagai rencana keuangan jangka pendek hingga menengah dengan lebih teratur dan terarah. Mulai dari nominal kecil pun tidak masalah, selama kamu dan pasangan konsisten menyesuaikannya dengan kebutuhan, tenor, serta tujuan keuangan yang ingin dicapai. Perencanaan yang matang juga sebaiknya tidak hanya berfokus pada pengembangan dana, tetapi turut mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga.

 

Salah satu risiko yang sering luput diperhitungkan adalah biaya kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu. Kehadiran asuransi kesehatan keluarga dapat membantu melengkapi strategi keuangan yang sudah dibangun, sehingga tujuan finansial tidak mudah terganggu oleh pengeluaran medis yang tidak direncanakan.

 

Saat memilih asuransi kesehatan, penting untuk memperhatikan manfaat asuransi rawat inap dan asuransi rawat jalan, sekaligus menyesuaikan premi asuransi kesehatan dengan kemampuan finansial. Sebagai salah satu pilihan asuransi keluarga yang bisa kamu pertimbagkan, BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima menawarkan manfaat berikut:

 

  1. Manfaat perlindungan kesehatan tahunan hingga Rp15 miliar
  2. Manfaat rawat jalan hingga 60 hari sebelum dan 90 hari setelah rawat inap dan pembedahan
  3. Manfaat perawatan akibat kecelakaan
  4. Santunan meninggal dunia
  5. Wilayah pertanggungan di seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat) dengan fleksibilitas memilih wilayah pertanggungan

 

Kombinasi antara perencanaan keuangan yang disiplin dan perlindungan kesehatan yang tepat dapat membantu keluarga menjalani berbagai rencana masa depan dengan rasa aman dan lebih tenang.

PT Asuransi Jiwa BCA

Senantiasa Melindungi Anda #TemaniLangkahmu

PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Copyright © 2026 PT Asuransi Jiwa BCA

Kebijakan Privasi NOW Kebijakan Privasi Syarat dan Ketentuan