Bunga deposito bisa menjadi salah satu pilihan investasi
bagi kamu yang mulai menyusun rencana keuangan keluarga. Di masa awal
pernikahan, biasanya ada banyak tujuan finansial yang perlu dipersiapkan, mulai
dari membangun dana darurat, menyiapkan biaya melahirkan, membeli rumah, hingga
merencanakan pendidikan anak. Karena dinilai memiliki tingkat risiko yang
rendah, banyak orang menggunakan jenis tabungan ini untuk membantu
mengembangkan keuangan mereka.
Selain itu, deposito juga berstatus sebagai produk simpanan
resmi di perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa bank umum
dapat menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan, termasuk deposito
berjangka. Namun, sebelum memutuskan menyimpan dana dalam deposito, penting
untuk memahami terlebih dahulu bagaimana bunga deposito bekerja dan sejauh mana
manfaatnya dapat membantu mewujudkan berbagai rencana keuangan keluarga.
Deposito adalah produk simpanan berjangka yang ditawarkan
bank dan bunga deposito merupakan imbal hasil yang kamu terima karena menyimpan
dana dalam deposito selama periode tertentu.
Berbeda dengan tabungan biasa yang dapat ditarik kapan saja, deposito
memiliki jangka waktu penyimpanan atau tenor, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6
bulan, hingga 12 bulan atau lebih.
Cara kerjanya cukup sederhana. Kamu menempatkan sejumlah
dana ke dalam deposito dan memilih tenor yang diinginkan. Selama periode
tersebut, dana akan disimpan di bank dan memperoleh bunga sesuai ketentuan yang
berlaku. Setelah jatuh tempo, dana pokok beserta bunga dapat dicairkan atau
diperpanjang kembali. Beberapa bank juga menyediakan fitur Automatic Roll
Over (ARO) yang memungkinkan deposito diperpanjang secara otomatis.
Sebagai contoh, kamu dan pasangan memiliki dana tabungan
Rp20 juta yang rencananya akan digunakan untuk renovasi rumah tahun depan. Agar
terhindar dari penggunaan yang tidak disengaja, uang tersebut dapat ditempatkan
dalam deposito selama 6 atau 12 bulan. Imbal hasilnya memang mungkin tidak
sebesar beberapa instrumen investasi lain, tetapi nilainya relatif lebih stabil
dan mudah diperkirakan sejak awal.
Hal yang perlu diperhatikan, deposito umumnya lebih cocok
untuk dana yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Jika dicairkan sebelum
jatuh tempo, kamu biasanya akan dikenakan penalti atau kehilangan sebagian hak
atas bunga sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, dana harian dan dana
darurat sebaiknya tetap disimpan pada instrumen yang lebih mudah diakses saat
dibutuhkan.
Besaran bunga deposito bisa berbeda antara satu bank dan
bank lainnya. Beberapa faktor yang biasanya berpengaruh, yaitu:
Jangka waktu penyimpanan dapat mempengaruhi bunga yang
ditawarkan. Tenor lebih panjang kadang memberikan bunga berbeda dibanding tenor
pendek, tergantung kebijakan bank.
Beberapa bank memberikan penawaran khusus untuk nominal
tertentu. Makin besar dana yang disimpan, peluang mendapat bunga kompetitif
bisa lebih terbuka.
Perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat memengaruhi
arah bunga simpanan perbankan, termasuk deposito.
Setiap bank punya strategi berbeda dalam menghimpun dana
nasabah. Karena itu, bunga deposito bisa bervariasi meski produknya terlihat
mirip.
LPS memiliki tingkat bunga penjaminan yang perlu
diperhatikan. Jika bunga simpanan melebihi ketentuan penjaminan, ada risiko
simpanan tidak memenuhi syarat penjaminan.
Deposito dapat menjadi pilihan untuk menyimpan dana yang
sudah memiliki tujuan dan waktu penggunaan yang cukup jelas. Selain membantu
memperoleh bunga, deposito juga dapat membuat dana lebih terjaga karena tidak
mudah digunakan untuk kebutuhan di luar rencana. Beberapa strategi yang bisa
kamu coba terapkan antara lain:
Buat alokasi terpisah untuk kebutuhan seperti biaya
persalinan, uang muka rumah, liburan keluarga, atau dana pendidikan anak agar
lebih mudah dipantau.
Bagi dana ke beberapa deposito dengan jatuh tempo yang
berbeda, misalnya 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Cara ini membantu menjaga
fleksibilitas saat membutuhkan dana.
Perhatikan bunga, biaya, syarat pencairan, serta pastikan
bank berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang.
Deposito sebaiknya menjadi bagian dari strategi keuangan
keluarga, bukan satu-satunya pilihan. Tetap siapkan dana darurat, tabungan
harian, proteksi, dan instrumen investasi lain sesuai kebutuhan.
Adanya strategi yang tepat, deposito dapat membantu
keluarga mengelola berbagai rencana keuangan jangka pendek hingga menengah
dengan lebih teratur dan terarah. Mulai dari nominal kecil pun tidak masalah,
selama kamu dan pasangan konsisten menyesuaikannya dengan kebutuhan, tenor,
serta tujuan keuangan yang ingin dicapai. Perencanaan yang matang juga
sebaiknya tidak hanya berfokus pada pengembangan dana, tetapi turut
mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan
keluarga.
Salah satu risiko yang sering luput diperhitungkan adalah
biaya kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu. Kehadiran asuransi kesehatan
keluarga dapat membantu melengkapi strategi keuangan yang sudah dibangun,
sehingga tujuan finansial tidak mudah terganggu oleh pengeluaran medis yang
tidak direncanakan.
Saat memilih asuransi kesehatan, penting untuk
memperhatikan manfaat asuransi rawat inap dan asuransi rawat jalan, sekaligus
menyesuaikan premi asuransi kesehatan dengan kemampuan finansial. Sebagai salah
satu pilihan asuransi keluarga yang bisa kamu pertimbagkan, BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima
menawarkan manfaat berikut:
Kombinasi antara perencanaan keuangan yang disiplin dan
perlindungan kesehatan yang tepat dapat membantu keluarga menjalani berbagai
rencana masa depan dengan rasa aman dan lebih tenang.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan