Olahraga memang penting untuk menjaga tubuh tetap bugar, apalagi saat harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Namun, di sela aktivitas fisik, tubuh kadang memberi sinyal lewat rasa kurang nyaman. Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan adalah sakit perut sebelah kiri setelah berolahraga.
Kondisi ini kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama jika kamu ingin tetap aktif tanpa mengganggu rutinitas keluarga. Padahal, penyebabnya sering kali berkaitan dengan kebiasaan sederhana saat bergerak. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pola napas punya peran besar ketika tubuh aktif bergerak. Napas yang terlalu cepat, dangkal, atau tidak seimbang bisa membuat otot diafragma bekerja ekstra. Ketika kondisi ini terjadi, area perut, termasuk sisi kiri, bisa terasa nyeri atau tertarik. Situasi seperti ini sering dialami saat berlari atau melakukan latihan kardio tanpa kontrol napas yang baik. Mengatur ritme tarik dan hembus nafas secara stabil membantu otot bekerja lebih efisien sekaligus mengurangi tekanan di sekitar perut.
Tubuh membutuhkan proses adaptasi sebelum menerima beban aktivitas fisik. Latihan berat yang dilakukan secara mendadak tanpa pemanasan membuat otot kaget dan mudah tegang. Otot perut termasuk area yang rentan mengalami kondisi tersebut, terutama saat latihan melibatkan banyak gerakan dinamis.
Ketegangan yang terjadi dapat memicu rasa tidak nyaman di sisi kiri perut. Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah, melenturkan jaringan otot, serta menyiapkan tubuh agar siap bergerak. Aktivitas ringan selama beberapa menit sebelum latihan inti membantu menurunkan risiko nyeri setelah olahraga selesai.
Perut yang masih bekerja mencerna makanan akan bereaksi ketika tubuh dipaksa bergerak aktif. Aliran darah yang seharusnya membantu proses pencernaan bisa teralihkan ke otot. Akibatnya, perut terasa tidak nyaman, kembung, bahkan nyeri di bagian kiri. Memberi jeda waktu antara makan dan olahraga membantu sistem pencernaan bekerja lebih tenang sehingga tubuh bisa fokus pada aktivitas fisik.
Air berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan keseimbangan tubuh. Kekurangan cairan dapat membuat otot lebih mudah mengalami kram, termasuk area perut. Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari, terutama saat olahraga berlangsung cukup lama atau dilakukan di cuaca panas.
Minum air secukupnya sebelum latihan membantu tubuh tetap terhidrasi sejak awal. Asupan cairan setelah olahraga juga mendukung proses pemulihan otot. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi risiko nyeri sekaligus menjaga performa tubuh tetap optimal.
Gerakan tertentu seperti memutar badan, menahan posisi, atau mengangkat beban dapat memicu kontraksi berlebihan pada otot perut kiri. Jika dilakukan berulang atau dalam posisi kurang tepat, otot bisa mengalami ketegangan yang memicu rasa nyeri.
Peregangan setelah olahraga membantu otot kembali ke kondisi rileks. Gerakan ringan yang fokus pada perut dan pinggang membuat jaringan otot lebih lentur serta mempercepat pemulihan. Tubuh pun terasa lebih nyaman saat kembali beraktivitas.
Aktivitas olahraga dapat mempengaruhi sistem pencernaan secara sementara. Gas yang terperangkap atau pergerakan usus yang lebih aktif bisa menimbulkan sensasi tidak enak di perut kiri. Kondisi ini umumnya bersifat ringan dan akan mereda setelah tubuh beristirahat. Mendengarkan sinyal tubuh dan memberi waktu pemulihan menjadi langkah bijak agar keluhan cepat hilang.
Rasa tidak nyaman setelah olahraga sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang luput diperhatikan. Saat kamu mampu mengatur napas, menjaga asupan cairan, serta memberi tubuh waktu istirahat yang cukup, keseimbangan fisik akan lebih terjaga. Pemahaman ini membantu kamu tetap aktif tanpa mengganggu peran penting dalam keluarga.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan