Sudah biasa jalan-jalan dan tahu betul mana yang selalu
diburu orang saat dititipi oleh-oleh? Itu sebenarnya modal yang tidak semua
orang punya. Kebiasaan yang selama ini cuma dianggap "membeli
oleh-oleh" ternyata bisa diarahkan jadi sesuatu yang lebih, tanpa mengubah
cara kamu menikmati liburan itu sendiri. Bedanya cuma satu, sedikit lebih jeli
soal apa yang dicari orang, berapa modal yang masuk akal, dan tetap menjaga
perjalanan supaya tidak berubah jadi kerja keras. Lalu, sebenarnya peluang
seperti apa yang bisa lahir dari hobi jalan-jalan ini? Yuk, simak beberapa
contohnya.
Setiap kali berkunjung ke luar kota atau luar negeri,
biasanya selalu ada produk khas yang sulit ditemukan di tempat asal, seperti
bros perak, batik premium, teh lokal, atau skincare tertentu yang punya cerita
dan rasa eksklusif. Tidak sedikit orang yang sengaja meminta tolong dibelikan
barang-barang seperti itu.
Kebiasaan ini sebenarnya sudah punya nama di kalangan traveler,
yaitu “Traveling Personal Shopper”, sebutan untuk seseorang yang
membelikan dan membawakan barang titipan dari satu negara ke negara lain bagi
orang-orang di lingkaran terdekatnya.
Dikutip dari The Backpacking Site, jasa ini bisa dimulai
cukup dengan memberi tahu jaringan pertemanan dan memastikan pengalaman belanja
yang menyenangkan agar pelanggan merekomendasikannya ke orang lain. Artinya,
kebiasaan membawa oleh-oleh selama ini sudah mendekati model bisnis kecil yang
banyak dijalankan traveler di berbagai negara dan bisa menjadi peluang
bisnis.
Meski terdengar sederhana, bisnis kecil dari perjalanan
tetap perlu dihitung seperti usaha, karena dibutuhkan batas modal, ongkos
bagasi dan biaya kirim, serta perhitungkan risiko barang rusak agar liburan
tidak berubah jadi beban. Selain itu, adanya aturan bea cukai yang sering
terlupakan. Dikutip dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, ada perbedaan
kategori antara barang pribadi penumpang dan barang non-personal use, di mana
barang titipan atau yang dijual kembali bisa dikenai perlakuan berbeda dari oleh-oleh
pribadi. Karena itu, jastip sebaiknya dicek aturannya lebih dulu, supaya
jalan-jalan sekaligus berbisnis tetap berjalan tenang dari awal sampai akhir.
Setelah mengatahui bagaimana jalan-jalan bisa menjadi
sebuah peluang bisnis, sebenarnya ada beberapa ide lain yang bisa kamu coba,
yang tentunya tergantung pada gaya traveling dan apa yang paling kamu
nikmati selama perjalanan.
Perhiasan perak, batu alam, atau aksesori lokal dengan
model yang jarang sama cocok dijadikan jastip asal kamu teliti memilih kualitas
dan tetap memilih barang yang ringan serta tidak terlalu mahal.
Paket kecil berisi teh, kopi, kain, atau camilan khas yang
dikemas rapi dengan cerita asal-usulnya bisa membuat oleh-oleh terasa lebih
personal dan bernilai dibanding sekadar buah tangan biasa.
Catatan perjalanan dalam bentuk tulisan, foto, atau video
pendek yang mengulas akses, kenyamanan, dan fasilitas suatu tempat bisa
berkembang menjadi kerja sama dengan penginapan, restoran, atau toko lokal.
Membantu memilih dan membelikan barang fashion, kain, atau
perlengkapan rumah berdasarkan daftar yang jelas cocok untuk orang-orang yang
ingin titip beli tapi kurang paham kualitas atau ukurannya.
Hobi jalan-jalan tidak harus berhenti sebagai kegiatan
melepas penat saja. Melalui perencanaan yang matang, aktivitas traveling
bahkan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus bagian
dari investasi masa depan. Di tengah rencana jalan-jalan, menjaga pola hidup
sehat dan mengelola keuangan dengan baik juga tetap penting agar setiap
perjalanan terasa lebih nyaman dan tujuan finansial dapat tercapai secara
berkelanjutan.
Seiring berkembangnya rencana hidup, mulai dari menyiapkan
tabungan untuk anak hingga membangun asuransi keluarga, langkah-langkah
tersebut dapat membantu menciptakan fondasi keuangan yang lebih kuat.
Sebagai pelengkap perencanaan jangka panjang, BCA Life Legacy Protection hadir sebagai
solusi asuransi finansial yang memberikan perlindungan bagi kamu dan keluarga.
Produk ini dapat menjadi pilihan asuransi jiwa seumur hidup hingga usia 99
tahun dan sering dipertimbangkan sebagai salah satu asuransi jiwa terbaik untuk
membantu menjaga kestabilan keuangan keluarga. Dengan pengelolaan premi
asuransi yang sesuai kebutuhan, perlindungan jangka panjang dapat menjadi
bagian dari perencanaan keuangan yang lebih terarah. Manfaat yang ditawarkan
meliputi:
●
Manfaat asuransi meninggal dunia
untuk membantu memberikan perlindungan finansial bagi keluarga.
●
Manfaat Terminal Illness.
●
Manfaat Akhir Kontrak.
●
Manfaat Nilai Pertanggungan
Tambahan.
●
Kepastian nilai tunai yang dijamin
saat melakukan penebusan polis.
●
Kepastian masa pertanggungan
hingga usia 99 tahun.
Jadi sebenarnya jalan-jalan tidak sepenuh merupakan hobi
yang menghabiskan uang, justru bisa dijakan bagian perencanaan bisnis sampingan
setelah pensiun.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan