Sejak punya anak, prioritas keuangan keluarga biasanya ikut berubah. Mulai dari kebutuhan sekolah, perlengkapan sehari-hari, sampai berbagai aktivitas tambahan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Rasanya selalu ada saja hal baru yang ingin dipersiapkan untuk si kecil.
Di sisi lain, kamu dan pasangan mungkin juga punya rencana yang ingin diwujudkan. Misalnya, merenovasi rumah, menyiapkan tabungan liburan, atau membangun usaha bersama. Nah, bagaimana kalau keduanya sama-sama membutuhkan biaya? Apakah rencana bersama pasangan harus terus ditunda demi kebutuhan anak?
Sebenarnya, kamu tidak harus memilih salah satunya. Kebutuhan anak dan impian bersama pasangan tetap bisa berjalan beriringan, asalkan anggaran keluarga dikelola secara tepat. Berikut beberapa tipsnya.
Anak ingin mainan baru, ikut kelas tambahan, atau membeli perlengkapan yang sedang populer? Sebelum mengiyakan, coba pertimbangkan apakah hal tersebut benar-benar dibutuhkan.
Misalnya, biaya pendidikan, keperluan vitamin , dan pemeriksaan kesehatan tentu perlu diprioritaskan. Sementara itu, pembelian mainan tambahan atau perlengkapan yang belum mendesak bisa dijadwalkan kembali. Kamu juga bisa melibatkan anak dalam keputusan sederhana agar mereka mulai memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Punya rencana liburan berdua, renovasi rumah, atau membeli kendaraan keluarga? Jangan menunggu sampai seluruh kebutuhan anak selesai, karena pengeluaran keluarga akan terus berkembang seiring bertambahnya usia anak.
Coba diskusikan target bersama pasangan, lalu tentukan jumlah tabungan yang realistis setiap bulan. Misalnya, kamu dan pasangan sepakat menyisihkan Rp500 ribu untuk dana liburan keluarga. Kalau dilakukan secara konsisten, dalam setahun sudah terkumpul Rp6 juta, belum termasuk tambahan dari sumber penghasilan lainnya. Jumlahnya tidak harus besar. Hal terpenting adalah memiliki tujuan yang jelas dan menyisihkan dana secara rutin.
Mendukung tumbuh kembang anak tidak selalu butuh biaya besar. Kegiatan sederhana di rumah bisa membantu anak belajar sekaligus mempererat kedekatan kamu dengannya.
UNICEF menjelaskan bahwa bermain dapat menjadi cara terbaik anak untuk belajar. Anak juga tidak membutuhkan mainan atau gawai mahal, karena waktu, perhatian, dan kasih sayang orang tua jauh lebih berarti.
Kamu bisa mengajak anak membaca buku, bermain di taman, memasak bersama, atau mencoba kegiatan kreatif di rumah. Kalau anak menunjukkan minat khusus, seperti olahraga, musik, atau menggambar, baru pertimbangkan kegiatan tambahan. Pilih yang sesuai dengan minat anak dan anggaran keluarga, lalu bicarakan dulu dengan pasangan.
Sesekali, coba periksa kembali ke mana saja pengeluaran keluarga digunakan setiap bulan. Apakah biaya untuk kebutuhan anak terus bertambah? Apakah tabungan bersama pasangan masih rutin terisi? Bagaimana dengan dana darurat dan kebutuhan rumah tangga?
Ajak pasangan mengevaluasi anggaran secara berkala. Tidak harus membuat perubahan besar, cukup mulai dari pengeluaran yang bisa dikurangi atau dialihkan ke kebutuhan lain. Tujuannya bukan membatasi kebutuhan anak, melainkan memastikan setiap anggota keluarga tetap memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan dan rencananya masing-masing.
Setelah mengatur kebutuhan anak dan rencana bersama pasangan, ada satu hal lagi yang sebaiknya masuk dalam anggaran keluarga, yaitu perlindungan kesehatan.
Alasannya sederhana. Setiap anggota keluarga punya kebutuhan kesehatan, mulai dari pemeriksaan rutin sampai perawatan medis yang datang tiba-tiba. Karena itu, selain menabung untuk pendidikan anak atau impian bersama, kamu dan pasangan perlu menyiapkan alokasi untuk kesehatan juga. Tanpa persiapan, biaya rumah sakit yang mendadak bisa menggeser dana yang sudah dialokasikan untuk rencana lain.
Salah satu pilihan yang bisa kamu gunakan adalah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima. Produk asuransi kesehatan ini termasuk asuransi individu yang memberikan penggantian biaya di rumah sakit, sesuai plan yang dipilih. Selain berfungsi sebagai asuransi rawat inap dan pembedahan, produk ini juga mencakup manfaat rawat jalan, perawatan penyakit kritis, dan perawatan kecelakaan. Usia masuknya mulai 30 hari, jadi si kecil bisa ikut dipertimbangkan sesuai persyaratan polis.
Selain itu sebelum memilih, hitung dulu premi BCA Life agar sesuai dengan anggaran bulanan keluarga. Pahami juga manfaat, masa tunggu, pengecualian, dan ketentuan polisnya.
Adanya perlindungan yang sesuai ini, kamu dan keluarga akan lebih terbantu mengelola biaya perawatan. Dana untuk kebutuhan anak dan rencana bersama pasangan pun bisa tetap diatur dengan lebih terarah.
Mendukung tumbuh kembang anak dan mewujudkan impian bersama pasangan tidak harus dipertentangkan. Kamu tetap bisa memberi pengalaman belajar yang menyenangkan untuk anak sambil menyisihkan dana untuk rencana bersama. Kuncinya ada pada komunikasi, anggaran yang realistis, dan kebiasaan mengevaluasi kebutuhan keluarga.
Yuk, mulai bahas lagi prioritas keuangan bersama pasangan. Keluarga yang terencana tidak hanya menyiapkan kebutuhan anak hari ini, tetapi juga memberi ruang bagi semua anggota keluarga untuk mewujudkan rencana masa depannya.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan