Memiliki proteksi berupa asuransi sering terasa seperti hal
yang belum perlu dipikirkan saat masih muda. Padahal, risiko penyakit kritis
kini semakin dekat dengan usia produktif. Pola makan tidak sehat, stres, kurang
tidur, hingga minimnya aktivitas fisik bisa meningkatkan risiko gangguan
kesehatan lebih cepat dari yang dibayangkan.
Kementerian Kesehatan RI juga menyebut Penyakit Tidak
Menular (PTM) kini banyak mengancam usia muda akibat gaya hidup kurang sehat.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan masih tingginya kebiasaan kurang makan buah dan
sayur, minim aktivitas fisik, hingga merokok di usia produktif. Karena itu,
memahami risiko penyakit kritis sejak dini menjadi langkah penting agar kamu
bisa lebih siap menjaga kondisi finansial dan masa depan.
Risiko penyakit kritis di usia muda sering
kali dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele. Mulai dari
pola hidup hingga kondisi mental, beberapa faktor berikut dapat meningkatkan
risiko gangguan kesehatan di usia produktif.
Mnghabiskan waktu seharian di depan laptop atau ponsel,
tentunya bukan hal yang baik. Kerja, kuliah, hiburan, bahkan pesan makanan,
semuanya bisa dilakukan sambil duduk. Kebiasaan ini terlihat praktis, tetapi
tubuh tetap butuh aktivitas fisik agar metabolisme berjalan baik.
WHO menyebut bahwa kurang aktivitas fisik menjadi salah
satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Faktor lain yang
ikut berpengaruh adalah penggunaan tembakau, pola makan kurang sehat, konsumsi
alkohol berbahaya, dan polusi udara.
Gaya hidup yang serba cepat membuat makanan praktis instan
menjadi pilihan. Padalah makanan jenis ini memiliki gula, garam, lemak, dan
kalori yang tinggi. Jika menjadi kebiasaan, dapat meningkatkan risiko tekanan
darah tinggi, hingga gangguan gula darah yang menjadi awal berbagai penyakit
serius.
Tekanan pekerjaan, masalah finansial, hingga kebiasaan
bermain ponsel sebelum tidur sering membuat kualitas istirahat menurun. Jika
terjadi dalam jangka panjang, kebiasan ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh
serta memicu berbagai penyakit.
Banyak orang baru memeriksakan diri saat tubuh sudah
memberi sinyal serius. Padahal, beberapa masalah kesehatan bisa muncul tanpa
gejala jelas di awal. Tekanan darah tinggi, kolesterol, atau gula darah
misalnya, sering baru terasa saat kondisinya sudah cukup berat.
Kemenkes juga mencatat stroke termasuk salah satu penyakit
katastropik dengan pembiayaan tinggi. Pada 2023, pembiayaan stroke mencapai
Rp5,2 triliun dan menjadi pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung
dan kanker.
Risiko penyakit kritis tidak hanya berdampak pada
kesehatan, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi finansial dan masa depan
keluarga. Karena itu, perlindungan asuransi jiwa, khususnya asuransi jiwa
seumur hidup dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu menghadapi risiko
tak terduga dan memberikan manfaat lainnya seperti:
Penyakit kritis sering memunculkan berbagai pengeluaran di
luar biaya pengobatan, mulai dari kebutuhan perawatan hingga potensi kehilangan
penghasilan. Kehadiran asuransi jiwa dapat membantu menjaga kondisi finansial
tetap lebih stabil agar rencana keuangan tidak langsung terganggu saat risiko
besar terjadi.
Perlindungan ini juga dapat menjadi bagian dari asuransi
keluarga untuk membantu mengurangi beban finansial, termasuk saat menghadapi
risiko yang berkaitan dengan asuransi meninggal dunia.
Meski masih muda atau belum berkeluarga, banyak orang tetap
memiliki tanggung jawab finansial terhadap orang tua maupun keluarga di rumah.
Kehadiran asuransi jiwa dapat menjadi bentuk perlindungan untuk membantu
meringankan dampak finansial yang mungkin dirasakan keluarga ketika risiko
terjadi.
Saat kondisi finansial lebih terjaga, kamu juga bisa lebih
tenang dalam merencanakan masa depan, termasuk mempersiapkan kebutuhan jangka
panjang seperti tabungan untuk anak maupun rencana keluarga lainnya.
Memulai perlindungan sejak muda biasanya memberi peluang
mendapatkan premi asuransi yang lebih terjangkau karena kondisi kesehatan masih
relatif baik. Selain itu, langkah ini juga dapat menjadi bagian dari proteksi
finansial untuk membantu menghadapi risiko kesehatan maupun kondisi tak terduga
yang dapat memengaruhi kestabilan keuangan keluarga, meski sudah menerapkan
pola hidup sehat.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima
yang memberikan manfaat perlindungan kesehatan tahunan hingga Rp15 miliar,
manfaat rawat jalan sebelum dan setelah rawat inap maupun pembedahan, serta
manfaat perawatan kecelakaan dan santunan meninggal dunia dengan wilayah
pertanggungan di seluruh dunia (kecuali Amerika Serikat).
Fleksibilitas perlindungan ini dapat membantu melengkapi
kebutuhan asuransi finansial dan asuransi jiwa seumur hidup bagi usia produktif
yang ingin mulai menyiapkan perlindungan sejak dini.
Saat menghadapi penyakit serius, fokus utama seharusnya
adalah proses pemulihan, bukan tekanan mencari biaya tambahan. Asuransi jiwa
membantu mengurangi beban finansial sehingga kamu dan keluarga bisa lebih
tenang dalam menghadapi masa sulit.
Usia muda bukan alasan untuk menunda perlindungan. Justru
karena masih banyak mimpi, target, dan tanggung jawab yang ingin dijalani, kamu
perlu menyiapkan pondasi finansial sejak sekarang. Hidup sehat tetap nomor
satu, tetapi punya perlindungan yang tepat membuat langkahmu terasa lebih
tenang.
PT Asuransi Jiwa BCA berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan